Ketika dunia berlomba mempercepat segalanya, pesantren kilat mengajarkan sesuatu yang justru dilupakan banyak orang: menjadi lambat untuk menjadi dalam.
Dari gadget yang bising, menuju gairah iman yang menenangkan di situlah makna sesungguhnya dari revolusi karakter.
Baca Juga: Rahasia Pesantren Kilat Modern: Bukan Sekadar Ngaji Ramadan
Artikel Terkait
Hijrah di Jalan Sepi: Ketika Tak Ada yang Mengerti Perubahanmu
Istiqamah: Tetap Kuat Meski Langit Tak Selalu Cerah