“Kalau dulu saya tidak dilarang dan ditegur, mungkin hidup saya masih sembarangan,” ucapnya tersenyum.
Larangan-larangan di pesantren bukan sekadar peraturan sosial, tapi latihan spiritual yang menyiapkan santri menghadapi kehidupan. Ketika santri diajarkan untuk menahan diri dari sesuatu yang disukai, ia sedang belajar tentang zuhud.
Baca Juga: Saat Hati Tak Bisa Memilih: Istikharah Sebagai Jalan Menemukan Ketenangan
Ketika disuruh taat pada aturan tanpa banyak bertanya, ia sedang belajar tentang ikhlas.
Dan ketika menerima hukuman dengan lapang dada, ia sedang belajar tentang sabar.
Pesantren bukan hanya tempat mencari ilmu, tapi juga tempat menempa jiwa.
Larangan di pesantren, dalam kacamata IFA.id, adalah jalan menuju kemerdekaan batin. Karena siapa yang mampu mengendalikan diri, dialah yang sejatinya bebas.
Doa Santri Agar Taat dan Beradab
اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ، غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ، سِلْمًا لِأَوْلِيَائِكَ وَعَدُوًّا لِأَعْدَائِكَ.
Allāhumma zayyin-nā bi-zīnatil-īmān, waj‘alnā hudāta muhtadīn, ghaira ḍāllīna wa lā muḍillīn, silman li-awliyā’ika wa ‘aduwwan li-a‘dā’ika.
Artinya:
Ya Allah, hiasilah kami dengan keindahan iman. Jadikan kami orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk, bukan yang sesat dan menyesatkan. Jadikan kami pembela sahabat-sahabat-Mu, dan musuh bagi musuh-musuh-Mu.
Doa ini sering dibacakan oleh para kiai untuk mendoakan santri agar istiqamah dalam ketaatan dan beradab dalam menuntut ilmu.
Baca Juga: Menyerah dengan Indah: Belajar Reda Lewat Sholat Istikharah
Artikel Terkait
Ketika Bingung Menjadi Petunjuk: Makna Terdalam Sholat Istikharah
Bukan Sekadar Pilihan: Sholat Istikharah dan Cara Allah Menjawab Tanpa Kata
Istikharah: Jalan Sunyi Menuju Keputusan yang Diberkahi