Kamis, 4 Juni 2026

Nabi Musa: Perjuangan Membebaskan Kaum Tertindas

- Rabu, 10 September 2025 | 09:02 WIB
Di tengah ombak yang terbelah dan tatapan takjub, Nabi Musa memancarkan harapan bagi kaum tertindas, memimpin mereka menuju kebebasan yang dijanjikan. (Foto/Ilustrasi)
Di tengah ombak yang terbelah dan tatapan takjub, Nabi Musa memancarkan harapan bagi kaum tertindas, memimpin mereka menuju kebebasan yang dijanjikan. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Kisah Nabi Musa bukan sekadar cerita sejarah, tetapi cermin tentang perjuangan melawan ketidakadilan.

Musa lahir di tengah situasi mencekam, ketika Firaun Mesir memerintahkan pembunuhan setiap bayi laki-laki Bani Israil. Dalam keadaan genting, ibunya menghanyutkan Musa ke sungai Nil dengan harapan keselamatan.

Takdir kemudian membawanya ke istana Firaun, ironisnya dibesarkan oleh keluarga yang kelak akan menjadi lawan perjuangannya.

Seiring dewasa, Musa menyaksikan langsung penderitaan kaumnya, Bani Israil. Mereka dipaksa bekerja sebagai budak, tanpa hak dan martabat.

Baca Juga: Nabi Ibrahim: Teladan Keikhlasan dan Pengorbanan Sejati

Dalam satu peristiwa, Musa membela seorang kaumnya hingga tanpa sengaja membunuh seorang Mesir. Dari titik itu, ia melarikan diri ke negeri Madyan dan memulai babak baru kehidupannya.

Perjalanan ini menjadi fase pembentukan diri, dari seorang pelarian menjadi sosok pemimpin yang kelak diutus untuk membawa perubahan besar.

Di Madyan, Musa menemukan ketenangan bersama keluarga Nabi Syuaib. Namun panggilan suci datang ketika Allah menampakkan mukjizat di Bukit Tursina.

Musa menerima amanat besar: kembali ke Mesir untuk menantang Firaun dan menuntut pembebasan bagi Bani Israil.

Baca Juga: Kisah Nabi Nuh: Keteguhan Iman di Tengah Badai Ujian

Bayangkan, seorang yang dulu buronan kini diperintahkan menghadapi penguasa paling berkuasa saat itu. Inilah titik balik yang menegaskan keberanian Musa sebagai utusan.

Pertemuan Musa dengan Firaun adalah drama besar. Dengan tongkat yang berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya, Musa membawa bukti kebenaran.

Namun Firaun tetap keras kepala, bahkan menuduh Musa sebagai penyihir. Meski demikian, perjuangan Musa tak surut. Ia terus berdakwah, menyuarakan keadilan, dan menegaskan bahwa tak ada kekuasaan yang abadi selain milik Allah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X