Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Masjid Ampel Surabaya, Pusat Dakwah Abad ke-15

- Senin, 8 September 2025 | 13:14 WIB
Masjid Ampel, jejak dakwah Sunan Ampel yang tetap hidup di Surabaya. (Foto/Ilustrasi)
Masjid Ampel, jejak dakwah Sunan Ampel yang tetap hidup di Surabaya. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Masjid Ampel Surabaya adalah salah satu masjid bersejarah yang erat kaitannya dengan penyebaran Islam di Jawa. Didirikan oleh Sunan Ampel pada tahun 1421, masjid ini menjadi pusat dakwah sekaligus tempat berkumpulnya para ulama penyebar agama Islam di Nusantara. Hingga kini, suasana religiusnya masih begitu terasa, seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Emosi dengan Prinsip Islam agar Hati Tetap Tenang dan Pikiran Lebih Jernih

Arsitektur Masjid Ampel menampilkan gaya tradisional Jawa yang berpadu dengan nuansa Arab. Pilar kayu jati besar menopang bangunan utama, sementara ornamen kaligrafi menghiasi bagian dindingnya. Keunikan lainnya adalah kawasan sekitar masjid yang dikenal sebagai Kampung Arab, mencerminkan perpaduan budaya sejak berabad-abad silam.

Baca Juga: Keutamaan Ilmu dalam Islam dan Cara Menjadi Muslim yang Cerdas di Tengah Arus Kehidupan Modern

Masjid Ampel bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan dakwah Islam pada masanya. Sunan Ampel bersama murid-muridnya, termasuk Raden Patah dan Sunan Giri, menjadikan masjid ini sebagai basis gerakan penyebaran Islam ke berbagai daerah. Dari sinilah lahir para tokoh yang berperan besar dalam sejarah Islam di Jawa.

Baca Juga: Cara Menjaga Konsistensi dalam Berbuat Kebaikan agar Tidak Mudah Lelah dan Tetap Istiqomah

Selain nilai sejarahnya, Masjid Ampel juga menjadi destinasi ziarah yang ramai dikunjungi. Makam Sunan Ampel berada di kompleks masjid ini, dan setiap harinya dipadati peziarah yang datang untuk berdoa sekaligus mengenang perjuangan beliau dalam menegakkan Islam di tanah Jawa.

Baca Juga: Pentingnya Manajemen Waktu dalam Islam dan Cara Rasulullah Membaginya dengan Efektif

Kini, Masjid Ampel tetap berdiri kokoh sebagai simbol dakwah Islam yang penuh kearifan. Kehadirannya tidak hanya penting bagi warga Surabaya, tetapi juga bagi umat Islam Indonesia, sebagai pengingat bahwa penyebaran Islam di Jawa berlangsung damai, melalui ilmu, budaya, dan persaudaraan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X