IFA.id – Di sebuah majelis, Rasulullah SAW pernah mengingatkan dengan suara yang tegas: “Barangsiapa yang kami pekerjakan pada suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan sesuatu meski hanya jarum atau benang, maka itu adalah ghulul (korupsi). Dan pada hari kiamat ia akan datang dengan barang yang disembunyikannya itu.” (HR. Abu Dawud).
Baca Juga: Isra Mi'raj dan Hikmahnya: Peristiwa Agung dalam Islam
Dalam Islam, korupsi kerap diidentikkan dengan ghulul, yakni mengambil sesuatu yang bukan hak dari amanah yang diberikan. Hadis di atas menegaskan bahwa setiap pengkhianatan, sekecil apapun, akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. IFA.id mencatat, hadis-hadis semacam ini seolah menjadi peringatan keras, namun sayangnya kerap terlupakan dalam praktik sehari-hari.
Baca Juga: Keutamaan Sedekah dalam Islam: Manfaat, Dalil, dan Keajaibannya
Rasulullah dikenal sebagai sosok yang sangat amanah. Beliau menolak keras segala bentuk kecurangan, baik dalam perdagangan maupun dalam pengelolaan harta umat. Dalam sebuah riwayat lain, Nabi bahkan menyebut bahwa seorang pengkhianat amanah tidak akan mencium bau surga.
Baca Juga: Zakat dan Peranannya dalam Kesejahteraan Umat
Sejumlah ulama kontemporer menegaskan bahwa hadis-hadis tentang korupsi relevan dengan kondisi hari ini. KH. Said Aqil Siradj pernah menuturkan bahwa korupsi adalah bentuk kezaliman ganda: merusak diri sendiri dan menyengsarakan rakyat.Sementara itu, Prof. Quraish Shihab menjelaskan dalam tafsirnya bahwa korupsi tidak hanya soal mengambil uang, tetapi juga setiap bentuk penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi.
Baca Juga: Haji sebagai Rukun Islam Kelima: Panduan Lengkap, Makna, dan Keutamaannya
Jika hadis Nabi mengingatkan bahwa seutas benang saja bisa menjadi masalah di akhirat, maka di dunia nyata, miliaran dana yang dikorupsi jelas berdampak besar.
-
Anak-anak kehilangan akses pendidikan layak.
-
Warga miskin sulit mendapat layanan kesehatan.
-
Pembangunan infrastruktur terbengkalai.
Semua itu berawal dari pengkhianatan amanah yang oleh Nabi sudah diingatkan sejak 14 abad lalu.
Baca Juga: Pentingnya Shalat dalam Kehidupan Muslim
Artikel Terkait
Sejarah Perkembangan Islam di Dunia: Dari Awal Hingga Era Modern
Sejarah Nabi Muhammad SAW: Perjalanan Hidup Sang Nabi Akhir Zaman
Akhlak Mulia dalam Islam: Konsep, Jenis, dan Cara Mengamalkannya
Rukun Iman dan Maknanya: Pilar Utama Keimanan dalam Islam
Rukun Islam dan Implementasinya dalam Kehidupan Sehari-hari