Kamis, 4 Juni 2026

Korupsi dalam Perspektif Islam: Dosa Besar yang Merusak Umat

- Rabu, 3 September 2025 | 13:03 WIB
Timbangan Keadilan (Foto/Ilustrasi)
Timbangan Keadilan (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id – Pernah ada kisah di masa Rasulullah SAW tentang seorang sahabat yang menyembunyikan harta rampasan perang. Rasulullah langsung menegaskan bahwa tindakan itu adalah bentuk pengkhianatan yang tidak bisa ditoleransi. Sejak saat itu, pesan tegas Islam mengenai larangan korupsi bergema sepanjang sejarah.

Baca Juga: Islam dan Pembangunan Sosial: Konsep, Peran, dan Implementasi

Hari ini, di tengah berita korupsi yang terus menghiasi layar kaca, umat Islam kembali diingatkan: korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum negara, melainkan dosa besar dalam  pandangan Islam. Korupsi, dalam bahasa Arab kerap dikaitkan dengan istilah ghulul atau pengkhianatan terhadap amanah. Al-Qur’an mengingatkan dalam Surah Ali Imran ayat 161:

Baca Juga: Sejarah Perang Khandak dan Hikmahnya

"Tidak mungkin seorang nabi berkhianat terhadap harta rampasan perang. Barangsiapa berkhianat, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan apa yang dikhianatkannya itu..."

Ayat ini menegaskan, mengambil sesuatu yang bukan hak, meski tampak kecil, adalah pengkhianatan yang berat. Dalam konteks modern, itu sama halnya dengan korupsi uang rakyat.

Baca Juga: Konsep Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Islam

Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Barangsiapa yang kami pekerjakan pada suatu pekerjaan, lalu dia menyembunyikan sesuatu meski hanya jarum atau benang, maka itu adalah ghulul, dan pada hari kiamat ia akan datang dengan barang yang disembunyikannya itu." (HR. Abu Dawud)

Baca Juga: Konsep Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Islam

IFA.id mencatat, sejumlah ulama besar menegaskan korupsi adalah dosa yang menyakiti umat. KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, menekankan pentingnya amanah dalam mengurus harta umat. Sementara Prof. Quraish Shihab menulis, korupsi adalah “kejahatan ganda”: merusak moral pribadi sekaligus merampas hak orang banyak.

Baca Juga: Islam dan Pendidikan: Konsep, Sejarah, dan Relevansi di Era Modern

Korupsi tidak hanya membuat negara miskin, tetapi juga menghancurkan kepercayaan sosial. Ketika dana pendidikan dikorupsi, anak-anak kehilangan masa depan. Saat dana kesehatan diselewengkan, rakyat kecil kehilangan hak berobat. Islam mengajarkan keadilan sebagai pondasi masyarakat. Maka, korupsi adalah lawan dari nilai keadilan itu sendiri.

Baca Juga: Islam dan Hak Asasi Manusia: Konsep, Prinsip, dan Implementasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X