Kamis, 4 Juni 2026

Menjalin Persahabatan yang Diberkahi dengan Adab Berteman dalam Islam

Gilang Fajar, Ifa.id
- Minggu, 9 Maret 2025 | 07:30 WIB
Menjalin Persahabatan yang Diberkahi dengan Adab Berteman dalam Islam (Foto/YouTube)
Menjalin Persahabatan yang Diberkahi dengan Adab Berteman dalam Islam (Foto/YouTube)

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan teman, seperti menggunjing, berbohong, atau berkata kasar. Sebaliknya, gunakan kata-kata yang penuh kebaikan dan saling memberi semangat dalam menjalani kehidupan.

Saling Menasihati dengan Ikhlas

Dalam persahabatan yang diberkahi, teman sejati bukanlah mereka yang selalu memuji, tetapi yang berani menasihati ketika kita melakukan kesalahan. Namun, dalam memberikan nasihat, hendaknya dilakukan dengan cara yang baik dan penuh kelembutan, bukan dengan cara yang mempermalukan atau menyakiti.

Allah berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-'Asr: 1-3)

Saling menasihati dalam kebaikan adalah salah satu tanda persahabatan yang dilandasi oleh kecintaan karena Allah.

Tidak Iri dan Dengki terhadap Sahabat

Iri dan dengki dapat merusak hubungan persahabatan. Islam mengajarkan agar kita senantiasa bersyukur dan tidak merasa iri terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada teman kita. Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

Jika teman mendapatkan kebahagiaan atau rezeki, sebaiknya kita ikut berbahagia dan mendoakannya agar mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.

Baca Juga: STOP Cuek! Ramadan Ini, Jadilah Tetangga Idaman dengan Berbagi Takjil Lezat – Dijamin, Silaturahmi Jadi Erat!

Memaafkan Kesalahan Teman

Tidak ada manusia yang sempurna. Dalam persahabatan, terkadang terjadi kesalahpahaman atau perbedaan pendapat. Oleh karena itu, memaafkan adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga hubungan agar tetap harmonis. Allah berfirman:

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X