IFA.id -- KH As'ad Humam, lahir pada tahun 1933 di Yogyakarta, adalah sosok ulama yang dikenal luas sebagai pencipta Metode Iqra', sebuah pendekatan revolusioner dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an.
Sejak usia muda, beliau telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang pendidikan Islam, khususnya dalam pengajaran Al-Qur'an.
Keprihatinannya terhadap metode tradisional yang dianggap kurang efektif mendorongnya untuk mencari cara baru yang lebih efisien dalam mengajarkan baca tulis Al-Qur'an.
Baca Juga: Menjunjung Adab Sebelum Ilmu: Fondasi Utama dalam Keilmuan Islam
Pada tahun 1953, KH As'ad Humam bersama dengan tim yang dikenal sebagai Team Tadarus AMM mulai mengembangkan metode pembelajaran yang lebih praktis dan sistematis.
Hasil dari upaya ini adalah lahirnya Metode Iqra' pada awal tahun 1990-an, yang terdiri dari enam jilid buku panduan.
Metode ini dirancang untuk memudahkan siswa dalam mengenali huruf hijaiyah dan melafalkan bacaan Al-Qur'an dengan benar tanpa harus mengeja, sehingga proses belajar menjadi lebih cepat dan efektif.
Baca Juga: Menyalurkan Zakat Penghasilan: Kepada Siapa Seharusnya Diberikan?
Inovasi KH As'ad Humam tidak hanya berdampak di Indonesia, tetapi juga diadopsi oleh berbagai negara lain, termasuk Malaysia.
Di Malaysia, pemerintah mengadopsi Metode Iqra' sebagai metode resmi dalam pengajaran membaca Al-Qur'an di sekolah-sekolah dasar pada tahun 1994.
Dedikasi dan kontribusi KH As'ad Humam dalam dunia pendidikan Al-Qur'an telah menginspirasi banyak orang dan menjadikannya sebagai pahlawan Al-Qur'an yang dihormati di seluruh dunia.
Artikel Terkait
Keutamaan Ilmu Agama dan Ilmu Dunia dalam Islam: Kunci Sukses di Dunia dan Akhirat untuk Menjadi Muslim yang Berilmu dan Berakhlak
Hukum Pernikahan dalam Islam: Syarat dan Rukun
Perbedaan Mendasar Antara Zakat dan Pajak: Kewajiban Spiritual vs. Tanggung Jawab Sipil
Menyalurkan Zakat Penghasilan: Kepada Siapa Seharusnya Diberikan?
Menjunjung Adab Sebelum Ilmu: Fondasi Utama dalam Keilmuan Islam