Pada tanggal 29 Januari 1258, pasukan Mongol mulai menyerang Baghdad. Kota ini tidak mampu bertahan lama menghadapi kekuatan Mongol yang sangat terorganisir.
Dalam waktu kurang dari dua minggu, tepatnya pada 10 Februari 1258, Baghdad jatuh ke tangan Mongol.
Setelah kota ditaklukkan, pasukan Hulagu melakukan pembantaian besar-besaran terhadap penduduknya. Diperkirakan ratusan ribu orang tewas dalam serangan ini.
Selain pembantaian, Hulagu Khan juga memerintahkan penghancuran Bayt al-Hikmah. Banyak manuskrip dan buku berharga yang dilemparkan ke Sungai Tigris hingga airnya berubah warna karena tinta.
Masjid, istana, dan bangunan bersejarah lainnya dihancurkan tanpa ampun. Khalifah Al-Musta'sim sendiri ditangkap dan akhirnya dibunuh, menandai berakhirnya kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad.
Baca Juga: tips Agar Tetap Rajin Membaca Al-Qur’an Setelah Ramadhan
Dampak Kehancuran Baghdad
Kehancuran Baghdad membawa dampak yang sangat besar terhadap dunia Islam dan peradaban global:
-
Kehancuran Ilmu Pengetahuan: Dengan hancurnya Bayt al-Hikmah, banyak karya ilmiah yang hilang selamanya. Perpustakaan yang menyimpan pengetahuan dari Yunani, Persia, dan dunia Islam lenyap dalam sekejap.
-
Krisis Politik: Kekhalifahan Abbasiyah runtuh, dan dunia Islam kehilangan pusat kepemimpinannya. Kekosongan kekuasaan ini membuka jalan bagi munculnya berbagai dinasti kecil di dunia Islam.
-
Ketakutan dan Trauma: Keganasan Mongol menciptakan ketakutan yang mendalam di dunia Islam. Banyak wilayah Muslim lainnya segera menyerah tanpa perlawanan saat menghadapi Mongol.
-
Munculnya Kekuasaan Baru: Setelah kehancuran Baghdad, kekuasaan Islam berangsur-angsur berpindah ke Mamluk di Mesir dan kemudian ke Kekaisaran Utsmaniyah di abad-abad berikutnya.
Kehancuran Baghdad oleh Bangsa Mongol pada tahun 1258 merupakan salah satu tragedi terbesar dalam sejarah Islam.
Peristiwa ini tidak hanya mengakhiri kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah, tetapi juga menghancurkan pusat ilmu pengetahuan dunia Islam.
Meskipun begitu, dunia Islam berhasil bangkit kembali melalui berbagai dinasti yang muncul setelahnya.
Artikel Terkait
Pak Imam Mahmudi: Petani Buah Naga yang Mengubah Tantangan Jadi Peluang
Warso Farm: Surga Bagi Pecinta Durian
Wisata Sejarah ke Museum Nasional Indonesia, Cek Jam Buka & Harga Tiket!
Museum Tekstil Jakarta: Jelajahi Kekayaan Wastra Nusantara
Museum Fatahillah: Menelusuri Jejak Sejarah Jakarta di Kota Tua