Kamis, 4 Juni 2026

Strategi Cerdas di Perjanjian Hudaibiyah; Dari Gencatan Senjata hingga Fathu Makkah

Gilang Fajar, Ifa.id
- Jumat, 21 Februari 2025 | 22:25 WIB
Strategi Cerdas di Perjanjian Hudaibiyah; Dari Gencatan Senjata hingga Fathu Makkah (Foto/YouTube)
Strategi Cerdas di Perjanjian Hudaibiyah; Dari Gencatan Senjata hingga Fathu Makkah (Foto/YouTube)

IFA.id -- Perjanjian Hdaibiyah merupakan salah satu peristiwa penting dalam Sejarah Islam yang terjadi pada tahun 6 Hijriyah (628 M).

Peristiwa ini terjadi ketika Rasulullah SAW bersama sekitar 1.400 sahabat berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk menunaikan ibadah umrah.

Namun, perjalanan ini berujung pada perundingan dengan kaum Quraisy dan menghasilkan kesepakatan yang dikenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah.

Perjanjian ini awalnya terlihat merugikan kaum Muslimin, namun dalam jangka panjang, justru menjadi titik balik kemenangan Islam.

Banyak hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa ini, termasuk pentingnya kesabaran, strategi diplomasi, dan kepatuhan kepada pemimpin.

Baca Juga: Jejak Ilmiah Imam Syafi’i; Dari Gaza ke Mesir, Melahirkan Mazhab Besar Islam

Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah

Pada tahun 6 Hijriyah, Rasulullah SAW mendapat wahyu untuk pergi ke Makkah guna melaksanakan ibadah umrah.

Beliau pun mengajak para sahabat dan berangkat dengan niat damai, tanpa membawa persenjataan perang.

Namun, ketika kaum Quraisy mengetahui bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya sedang menuju Makkah, mereka merasa terancam.

Mereka mengirim pasukan untuk menghadang rombongan Muslim di Hudaibiyah, sebuah tempat di dekat Makkah.

Untuk menghindari konflik, Rasulullah SAW mengutus Utsman bin Affan ke Makkah untuk meyakinkan kaum Quraisy bahwa mereka hanya ingin beribadah dan tidak berniat berperang.

Namun, beredar kabar bahwa Utsman ditahan dan dibunuh oleh kaum Quraisy. Kabar ini memicu kemarahan kaum Muslimin dan Rasulullah SAW pun mengumpulkan para sahabat untuk Bai’at Ridwan, sebuah sumpah setia untuk membela Islam hingga titik darah penghabisan.

Tidak lama kemudian, ternyata Utsman masih hidup dan kembali dengan utusan Quraisy yang mengajukan perundingan damai.

Akhirnya, disepakati sebuah perjanjian antara kaum Muslimin dan Quraisy, yang dikenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah.

Baca Juga: Keutamaan Sedekah dan Dampaknya dalam Hidup

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X