IFA.id – Siti Nurhaliza lahir di Kuala Lipis, Pahang, pada tanggal 11 Januari 1979. Ia telah dibesarkan dengan prinsip-prinsip islam oleh keluarganya sejak kecil.
Namun, ketika ia mulai mempelajari ajaran islam secara lebih serius, ia mengalami momen penting dalam perjalanan spiritualnya.
Siti Nurhaliza menyadari pentingnya mempertahankan iman dan spiritualitas di tengah kesibukan dunia hiburan pada tahun 1996, ketika karirnya mulai berkembang.
Baca Juga: Kepemimpinan Yasser Arafat: Menghadapi Tantangan dan Kontroversi di Jalur Perjuangan
Dalam wawancara, Siti menyatakan bahwa tekanan publik dan tuntutan industri musik membuatnya tertekan.
Hal ini mendorongnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menemukan makna yang lebih dalam dalam hidupnya.
Ia mulai belajar agama secara aktif dan berusaha menerapkan ajaran islam dalam kehidupan sehari-harinya.
Baca Juga: Beda dari Negara Lain, Inilah Keunikan Saat Bulan Ramadhan yang Hanya Ada di Indonesia
Siti mulai membuat musik yang mengandung pesan-pesan islami dan mengekspresikan perjalanan spiritualnya melaluinya.
Salah satu lagu paling terkenalnya, "Hijrahku", menggambarkan perjalanan spiritual seseorang yang mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengalami hijrah spiritual.
Lirik nya menunjukkan perjuangan dan keinginan untuk meningkatkan keimanan dan menjalani hidup yang lebih baik.
Baca Juga: Berikut Masjid Favorit untuk Laksanakan Sholat Tarawih Bersama Keluarga
Selain itu, Siti mengunggah video cover lagu "Aisyah Istri Rasulullah" pada tahun 2020, yang menjadi viral dan menginspirasi banyak orang.
Beberapa penggemarnya bahkan mengatakan bahwa mereka terinspirasi untuk memeluk islam setelah mendengarkan lagu tersebut.
Artikel Terkait
Ikhtiar Berobat dalam Islam: Menunjukkan Pentingnya Usaha untuk Mencapai Kesembuhan
Mengungkap Salah Satu Mukjizat Rasulullah: Pohon yang Berjalan dan Kesaksian terhadap Keberadaan Allah
Kisah Nabi Sulaiman dan Merpati: Sebuah Pelajaran tentang Tanggung Jawab dan Keadilan
Menggali Hikmah di Balik Ibadah Qurban: Ajaran Nilai Sosial dan Kemanusiaan
Kepemimpinan Yasser Arafat: Menghadapi Tantangan dan Kontroversi di Jalur Perjuangan