Kamis, 4 Juni 2026

Perjalanan Panjang Salman Al-Farisi dalam Mencari Kebenaran Berujung Menjadi Sahabat Rasulullah

- Rabu, 22 Januari 2025 | 16:10 WIB
Perjalanan Salman Al Farisi dalam mencari kebenaran (foto/pinterest.com)
Perjalanan Salman Al Farisi dalam mencari kebenaran (foto/pinterest.com)

Setelah mereka menunjuk seorang pendeta di gereja, Salman kemudian bertemu dengan pendeta itu dan mengatakan bahwa dia ingin menjadi anggota agama Nasrani dan bekerja sebagai seorang pendeta.

Keputusan Salman untuk meninggalkan agama nenek moyangnya sendiri dan mencari kebenaran yang lebih tinggi merupakan titik balik penting dalam perjalanan spiritualnya.

Salman berkhidmat kepada seorang pendeta Nasrani selama bertahun-tahun. Ketika pendeta itu semakin tua dan merasa dia akan meninggal, dia menyarankan agar Salman mencari pendeta yang lebih alim di kota lain.

Baca Juga: Momen penting ketika sandera dibebaskan, warga berkumpul di As Saraya untuk melihat tiga wanita sandera yang diantar oleh Hamas, disertai suara takbir

Salman akhirnya menemukan pendeta yang tepat di Amuriyah. Sayangnya, setelah pendeta Amuriyah meninggal, Salman kembali mencari pendeta yang lebih alim di daerah itu.

Akhirnya, setelah perjalanan panjang dan penuh tantangan, Salman bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Ia menyodorkan makanan kepada Nabi dan para sahabatnya sebagai hadiah. Ketika pakaian Nabi terbuka, Salman melihat tanda cincin kenabian di bahunya dan langsung berharap bisa melihatnya.

Baca Juga: Hampir 1.100 Anak Bayi Meninggal karena Serangan Israel di Gaza sejak tahun 2023

Saat Salman bertemu dengan Nabi Muhammad pada kesempatan kedua, dia akhirnya percaya bahwa dia adalah utusan Tuhan.

Ia menjadi salah satu dari sahabat yang dikenal sebagai Ashab al-Suffah, yang tinggal di bawah atap Masjid Nabawi untuk belajar dan mengabdikan diri pada islam.

Salman dikenal karena nasihatnya dan pengetahuannya tentang isu-isu penting bagi umat Islam. Beliau juga terlibat dalam beberapa pertempuran dengan Nabi Muhammad, seperti Pertempuran Uhud dan Pertempuran Khandaq.

Setelah Salman meninggal di Madinah pada tahun 656 Masehi, pengaruhnya dan kontribusinya terhadap islam terus dipertahankan oleh generasi-generasi muslim berikutnya.

(Dinda Putri R)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X