IFA.id – Putra Nabi Adam, Nabi Syits, memiliki peran penting dalam menjaga ajaran monoteisme setelah ayahnya meninggal, tetapi sosoknya sering kali diabaikan dalam sejarah kenabian.
Nabi Syits disebut dalam tradisi islam sebagai nabi yang diberi tugas untuk menyebarkan ajaran Allah dan menjaga Nur Nabi Muhammad SAW.
Nabi Syits lahir lima tahun setelah peristiwa tragis pembunuhan Habil oleh saudaranya, Qabil.
Baca Juga: Pencurian Jasad Nabi Muhammad: Lima Upaya yang Gagal Berkat Perlindungan Illahi
Adam dan Hawa memberikan nama Syits, yang berarti "anugerah Allah", kepadanya sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kehadiran mereka di tengah kesedihan akibat kehilangan putra mereka.
Dalam literatur islam yang di riwayatkan oleh Ibnu Katsir, diceritakan bahwa Nur Muhammad sudah ada dalam Nabi Adam saat Nabi Syits lahir.
Sebagai penjaga Nur Nabi Muhammad, Nabi Syits memiliki tanggung jawab besar. Nur ini diyakini sebagai cahaya yang mencerminkan kebenaran dan keagungan Allah.
Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Beramal? Jawabannya Ada di Al-Qur'an
Dalam sebuah riwayat, Allah mengambil sumpah dari Nabi Adam untuk menjaga Nur tersebut agar tidak jatuh kepada orang yang tidak suci.
Dengan demikian, Nabi Syits tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan dan akhlak mulia.
Nabi Syits dikenal sebagai pendakwah yang lembut. Ia mendorong orang untuk beribadah kepada Allah dengan cara yang komunikatif dan penuh kasih sayang.
Baca Juga: Hamas Klaim Israel Gagal Capai Tujuan dalam Perang Gaza
Dakwahnya mencakup aspek sosial yang bermanfaat bagi masyarakat selain ritual ibadah. Ia menerima lima puluh lembar suhuf dari Allah, yang berisi aturan dan jalan hidup untuk manusia.
Nabi Syits tidak hanya menyebarkan ajaran agama, tetapi dia juga menunjukkan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-harinya.
Artikel Terkait
Mengapa Kaum Ad Dibinasakan? Hikmah dari Kisah Nabi Hud AS
Hikmah Nabi Ayub Kesabaran dalam Menghadapi Ujian
Pelajaran dari Al-Hijr: Kisah Nabi Shaleh AS dan Keangkuhan Kaum Tsamud yang Menolak Kebenaran
Kisah Nabi Menemukan Pelajaran dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pencurian Jasad Nabi Muhammad: Lima Upaya yang Gagal Berkat Perlindungan Illahi