Kamis, 4 Juni 2026

Menggali Makna Hidup: Kisah Paul Pogba yang Temukan Kedamaian Setelah Memeluk Islam

- Sabtu, 18 Januari 2025 | 16:00 WIB
perjalanan hidup Paul Pogba usai memeluk islam (foto/pinterest.com)
perjalanan hidup Paul Pogba usai memeluk islam (foto/pinterest.com)

IFA.id – Gelandang Juventus dan mantan pemain Manchester United Paul Pogba terkenal bukan hanya karena keterampilannya di lapangan tetapi juga karena perjalanan spiritualnya yang menarik setelah memeluk islam.

Pogba dilahirkan pada tanggal 15 Maret 1993 di Prancis. Pada tahun 2012, saat usianya 20 tahun, dia memutuskan untuk menjadi mualaf. Keputusan ini mengubah hidupnya dan perjalanan kariernya.

Pogba dibesarkan dalam lingkungan yang beragam, dengan ibunya yang beragama islam.

Baca Juga: Menikmati Kuliner Halal di China: Cita Rasa Autentik yang Ramah Muslim

Terlepas dari fakta bahwa Pogba tidak dibesarkan dalam lingkungan islam secara langsung, ketertarikannya terhadap agama ini mulai meningkat seiring dengan pencarian makna hidup yang lebih dalam.

Dia memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip islam dari berbicara dengan ibunya dan teman-teman dekatnya yang beragama islam.

Ia mengatakan bahwa Al-Quran menjawab banyak pertanyaan yang selama ini mengganggunya, seperti "Apa tujuan hidup saya?" dan "Mengapa ini harus terjadi kepada saya?".

Baca Juga: Seni Tinju dan Spiritualitas: 6 Petinju Muslim yang Mencetak Sejarah di Dunia Tinju

Pogba mengalami perubahan besar dalam hidupnya setelah memeluk islam. Ia mengatakan bahwa agama memberinya ketenangan dan identitas yang dia cari selama ini.

Pogba sering terlihat berdoa sebelum dan setelah pertandingan karena dia terkenal sebagai orang yang taat beribadah. Dia lebih bersyukur atas setiap kemenangan di lapangan karena kesadaran spiritualnya.

Dia juga sering melakukan ibadah umrah ketika memiliki kesempatan, menunjukkan komitmennya terhadap agama yang dia pilih.

Baca Juga: Panduan Kuliner Halal di Amerika Serikat untuk Wisatawan Indonesia

Kisah mualaf Paul Pogba telah menjadi inspirasi bagi banyak penggemar sepak bola dan orang-orang di luar dunia olahraga.

Ia menunjukkan bahwa kedamaian dan pencarian jati diri dapat datang dari mana saja dan kapan saja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X