Menurut survei IFA.id, 83% muzakki generasi milenial dan Gen Z lebih nyaman menunaikan zakat secara digital.
Alasannya sederhana: praktis, transparan, dan bisa dilakukan kapan saja.
“Zakat digital memberi ruang bagi anak muda untuk tetap beribadah di tengah ritme cepat dunia kerja,” kata Ustadzah Rania Luthfi, penceramah muda dan penggerak komunitas Sedekah Milenial.
Salah satu kisah menarik datang dari ZakatOne, aplikasi baru yang mengintegrasikan zakat, infak, dan wakaf dalam satu platform.
Mereka menggabungkan sistem e-wallet dengan fitur laporan dampak sosial berbasis peta digital.
Baca Juga: Makna Gerhana bagi Jiwa Modern: Ketika Langit Menegur dengan Lembut
Pengguna bisa melihat:
-
Berapa zakat yang sudah disalurkan,
-
Siapa penerima manfaat,
-
Dampak sosial seperti pembangunan sekolah, klinik, dan pelatihan kerja.
“Ketika muzakki melihat hasil zakatnya secara langsung, mereka merasa lebih terhubung,” kata Farhan Yusuf, pendiri ZakatOne.
“Inilah cara teknologi menghidupkan kembali rasa empati dalam ibadah.”
IFA.id menulis, dulu zakat berhenti di angka, kini zakat bergerak bersama cerita.
Transformasi zakat digital bukan hanya efisiensi teknis — tapi juga hasil nyata.
Data Baznas menunjukkan, program digitalisasi zakat berhasil menurunkan ketimpangan sosial di 12 provinsi dengan model micro zakat distribution, yang menggabungkan bantuan langsung dan pelatihan kewirausahaan.
Baca Juga: Antara Sains dan Iman: Menggandeng Astronomi dan Tafsir Gerhana
Salah satu penerima manfaat, Ayu Rahayu, mantan pedagang kecil di Banyuwangi, kini punya toko online berkat program “Zakat Produktif Digital”.
“Awalnya hanya dapat modal kecil lewat aplikasi, tapi sekarang sudah bisa jualan ke luar kota,” tuturnya kepada IFA.id.
Meski potensinya besar, zakat digital juga menghadapi tantangan serius.
Dari keamanan data, regulasi syariah, hingga kesadaran masyarakat rural.
Menurut Dr. Ahmad Faisal, anggota Dewan Syariah Nasional MUI, “Inovasi zakat digital harus diawasi secara ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan. Amanah tetap menjadi nilai tertinggi.”