ekonomi-bisnis

Zakat Digital Meningkat, Generasi Muda Jadi Donatur Terbesar

Jumat, 5 September 2025 | 14:06 WIB
Zakat Digital (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Fenomena menarik terjadi di ranah filantropi Islam. Laporan terbaru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencatat peningkatan signifikan pada zakat digital sepanjang 2025, dengan mayoritas donatur berasal dari generasi muda.

Baca Juga: Pesantren sebagai Sekolah Antikorupsi di Indonesia

Di era serba online, pembayaran zakat kini hanya membutuhkan hitungan detik. Aplikasi keuangan syariah hingga platform e-commerce telah menyediakan fitur zakat digital. Tak heran, generasi muda yang akrab dengan teknologi menjadi motor penggerak utama tren ini.

Baca Juga: Puasa Sunnah dan Manfaat Kesehatan (Hubungkan puasa dengan sains medis)

IFA.id mencatat, kontribusi zakat dari kelompok usia 20–35 tahun melonjak hingga 40 persen dibanding tahun lalu. Angka ini menunjukkan kesadaran sosial anak muda semakin tinggi, bukan hanya dalam bentuk sedekah spontan, tetapi juga kewajiban zakat yang tertata.

Baca Juga: Zakat dan Sedekah: Solusi Ekonomi Umat : Peran zakat dalam mengatasi kemiskinan

Menurut Baznas, zakat digital bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meningkatkan transparansi. Setiap rupiah tercatat jelas, penyaluran lebih terukur, dan publik dapat memantau dampaknya bagi masyarakat. Hal ini sekaligus menghapus stigma lama bahwa zakat kerap tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Rahasia Shalat Khusyuk di Tengah Kesibukan (Tips spiritual untuk kaum urban)

Gelombang baru zakat digital ini membuktikan bahwa generasi muda bukan sekadar penonton, melainkan pelaku utama perubahan. Mereka membawa semangat kolaborasi sosial yang lebih modern, cepat, dan berdampak nyata. Pertanyaannya, seberapa jauh transformasi ini bisa mengubah wajah filantropi Islam di masa depan?

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB