IFA.id – Melihat geliat industri kuliner halal Indonesia, beberapa startup menonjol karena keberanian mereka menyentuh persoalan riil: akses, edukasi, dan kesehatan. Dari platform digital hingga makanan fungsional, mereka menjadi jembatan antara kebutuhan modern dan nilai halal.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan HalalWave—platform digital cerdas untuk menemukan kuliner halal terdekat secara interaktif. Dirintis dosen dan mahasiswa Sistem Informasi ITS, HalalWave menghadirkan kemudahan yang lebih advanced dibanding layanan tradisional seperti BPJPH
Baca Juga: Psikologi Emosi Sehari-hari: Mengelola Marah, Sedih, dan Bahagia
Menurut laporan Fortune Indonesia, Momasa adalah aplikasi kuliner halal yang menyajikan resep lokal dan internasional—dengan fitur Info Halal yang menunjukkan kehalalan bahan dan tempat makan. Ditambah cooking class premium dan panduan digital marketing untuk UMKM.
Baca Juga: Psikologi Sosial: Mengapa Kita Ingin Diakui?
Startup dari Universitas Indonesia, Cocova, sukses masuk jajaran 15 besar Youth Sharia Sociopreneurship Competition (YSSC) 2024. Yang unik, es krim ini dibuat dengan bahan alami penuh manfaat—seperti stevia bebas kalori dan kandungan bioaktif untuk mencegah diabetes dan kolesterol—menjadikannya inovasi halal dengan pesan sehat nyata.
Baca Juga: Psikologi Makan Berlebihan: Antara Nafsu dan Kontrol Diri
Dari pencarian kuliner halal hingga sajian fungsional seperti es krim sehat, startup lokal membuktikan bahwa inovasi halal bukan sekadar tren—melainkan kebutuhan generasi masa depan. IFA.id melihat potensi besar di sini untuk mengangkat konten yang inspiratif dan edukatif: mulai cerita founder, lab proses produksi, hingga dampak sosial bagi UMKM dan konsumen.