ekonomi-bisnis

Microsoft Pangkas 9.000 Karyawan, Restrukturisasi Massal Warnai Industri

Sabtu, 5 Juli 2025 | 15:12 WIB
Ilustrasi PHK. (foto/pinterest)

Berdasarkan data pelacak industri, hingga pertengahan 2025, lebih dari 22.000 pekerja di sektor teknologi telah terdampak PHK, dengan puncaknya terjadi pada bulan Februari dan Mei 2025.

Meta dilaporkan mem-PHK lebih dari 3.600 karyawan karena fokus pada AI, sementara HP mengurangi 2.000 pekerja untuk efisiensi biaya.

Salesforce memangkas lebih dari 1.000 karyawan karena fokus pada pengembangan AI, sementara perusahaan seperti CrowdStrike dan Intel juga melakukan langkah serupa.

Baca Juga: OJK Jatuhkan Sanksi Administratif ke Akseleran Akibat Kasus Gagal Bayar, Pengawasan Sektor Keuangan Diperketat

Beberapa faktor penyebab PHK di sektor teknologi adalah adopsi AI dan otomatisasi, yang mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja di bidang teknis dan manajerial.

Selain itu, tekanan biaya akibat investasi besar pada infrastruktur AI dan cloud juga menjadi alasan utama perusahaan memangkas biaya operasional melalui PHK.

Banyak perusahaan teknologi kini mengurangi lapisan manajemen untuk mempercepat inovasi dan pengambilan keputusan yang lebih efisien.

Gelombang PHK ini menjadi sinyal penting bagi tenaga kerja sektor teknologi untuk memperbarui kemampuan mereka, khususnya dalam AI, data, dan inovasi digital, agar tetap relevan di pasar kerja yang terus berubah.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp 17.000 per Gram, Dipicu Ketidakpastian Global dan Pelemahan Rupiah

Kesimpulannya, PHK massal yang terjadi di Microsoft dan perusahaan teknologi lainnya sepanjang 2025 menunjukkan transformasi besar yang sedang terjadi dalam industri digital global.

Investasi besar pada AI dan efisiensi organisasi menjadi pendorong utama perubahan ini, namun juga menimbulkan tantangan bagi tenaga kerja dan ekosistem teknologi secara keseluruhan.

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB