IFA.id – Industri teknologi global kembali dilanda gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Microsoft, yang mengumumkan PHK terhadap 9.000 karyawan di seluruh dunia.
Jumlah tersebut mencakup sekitar 830 karyawan yang berada di negara bagian Washington, Amerika Serikat.
Langkah besar ini merupakan bagian dari strategi efisiensi yang dilakukan perusahaan, yang juga disertai dengan investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).
Menurut Microsoft, PHK ini berdampak pada hampir 4% dari total tenaga kerja perusahaan yang mencapai 228.000 orang.
Pemangkasan karyawan ini meliputi sejumlah divisi, termasuk penjualan, Xbox, rekayasa perangkat lunak, dan manajemen produk.
Microsoft menargetkan untuk mengurangi lapisan manajemen menengah dalam upaya mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi organisasi.
Baca Juga: Pemerintah Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Jadi 4,7–5 Persen
Alasan utama dari restrukturisasi besar-besaran ini adalah lonjakan investasi pada infrastruktur AI dan cloud yang membutuhkan penyesuaian biaya operasional di tengah ketatnya persaingan teknologi.
Seorang juru bicara Microsoft menegaskan bahwa perubahan ini diperlukan untuk memastikan Microsoft tetap kompetitif di pasar yang sangat dinamis, serta untuk memanfaatkan peluang dalam bidang AI.
PHK ini menjadi gelombang kedua yang dilakukan Microsoft, setelah sebelumnya pada Mei 2025 memangkas lebih dari 6.000 karyawan dan 300 karyawan pada Juni 2025.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Saham INDF, ICBP, dan AMMN Jadi Top Losers
Microsoft bukanlah satu-satunya perusahaan besar di sektor teknologi yang melakukan PHK besar-besaran tahun ini.