Pabrik Daikin di Cikarang menjadi fasilitas produksi AC inverter pertama di Indonesia yang mengusung teknologi hemat energi dan ramah lingkungan.
Investasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur AC di ASEAN sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor komponen utama seperti kompresor.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyatakan bahwa kehadiran pabrik Daikin membawa angin segar bagi industri elektronik nasional, mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta memperkuat rantai pasok domestik.
Selain untuk pasar domestik, Daikin juga membidik ekspor AC ke Asia Tenggara, sejalan dengan pertumbuhan permintaan AC di Indonesia yang masih sangat besar.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Tipis Rp2.000 per Gram pada 3 Juli 2025, Namun Imbal Hasil Masih Kompetitif
Dampak Ekonomi dan Inovasi
Kedua investasi ini menunjukkan peran penting inovasi dan kolaborasi global dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain meningkatkan serapan bahan baku lokal dan penciptaan lapangan kerja, langkah Sampoerna-Philip Morris dan Daikin juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi, riset, dan ekspor di kawasan Asia.
Inovasi berbasis sains, teknologi, dan keberlanjutan menjadi kunci daya saing industri nasional di era ekonomi global yang semakin kompetitif.