ekonomi-bisnis

IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Saham INDF, ICBP, dan AMMN Jadi Top Losers

Rabu, 2 Juli 2025 | 16:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah (Prakasit Khuansuwan)

IFA.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan pagi ini, Rabu, 2 Juli 2025, dengan penurunan sebesar 0,29% atau 16,55 poin, bergerak ke level 6.896,96.

Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar yang masih menantikan katalis positif baru, serta kecenderungan konsolidasi di rentang level 6.840–7.000.

Baca Juga: Pemerintah Gulirkan Kembali Insentif Motor Listrik Mulai Agustus 2025 Anggaran Rp 250 Miliar, Subsidi Tetap Rp 7 Juta per Unit

Adapun beberapa saham yang mencatatkan penurunan signifikan pada indeks LQ45 pagi ini, antara lain:

  1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), penurunan sebesar 3,05%.
  2. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), penurunan sebesar 1,88%.
  3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), penurunan sebesar 1,73%.

Pelemahan IHSG juga diiringi oleh penurunan di enam sektor utama, terutama sektor teknologi, barang konsumen non-siklikal, dan energi.

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Jadi 4,7–5 %

Sementara itu, sektor-sektor lain seperti transportasi, barang konsumen siklikal, dan industri justru menunjukkan penguatan pada sesi perdagangan pagi ini.

Di sisi nilai tukar, rupiah dibuka melemah tipis sebesar 0,08%, berada di posisi Rp 16.213 per dolar AS. Pelemahan ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS.

Baca Juga: Harga Bitcoin Diproyeksi Tembus Rp1,65 Miliar pada Kuartal II 2025

Tekanan terhadap rupiah ini disebabkan oleh penguatan dolar AS yang masih dominan di pasar global, serta adanya arus keluar dana asing yang cukup signifikan dari pasar saham domestik.

Para analis pasar mencatat bahwa pelemahan IHSG saat ini sebagian besar disebabkan oleh aksi profit taking oleh para investor, yang terjadi setelah beberapa laporan keuangan dari bank-bank BUMN menunjukkan adanya penurunan laba pada bulan Mei 2025.

Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000, Kini Rp1.932.000 per Gram

Analis menilai pelemahan IHSG dipicu oleh aksi profit taking investor, terutama setelah beberapa laporan keuangan bank BUMN menunjukkan penurunan laba pada Mei 2025.

Selain itu, pasar saham Indonesia juga tercatat masih mengalami net sell asing yang signifikan, mencapai Rp 54,26 triliun sepanjang tahun berjalan.

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB