ekonomi-bisnis

Pemerintah Gulirkan Kembali Insentif Motor Listrik Mulai Agustus 2025 Anggaran Rp 250 Miliar, Subsidi Tetap Rp 7 Juta per Unit

Rabu, 2 Juli 2025 | 13:23 WIB
Pemerintah kembali meluncurkan insentif motor listrik (Foto/jabarews.com)

 

IFA.id – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perindustrian memastikan akan kembali meluncurkan program insentif pembelian motor listrik mulai Agustus 2025.

Program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 250 miliar, dengan target mencakup sekitar 36.000 unit motor listrik baru.

Wakil Menteri Perindustrian, Fachry Ali, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Baca Juga: BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor Senilai Rp1,5 Triliun

“Pemerintah sudah menyiapkan anggaran dan kami sedang menyempurnakan skema pelaksanaannya. Tujuannya tetap sama, yakni mendorong penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan mendukung industri otomotif nasional,” ujarnya.

Besaran subsidi yang diberikan kepada konsumen tetap sebesar Rp 7 juta per unit, sebagaimana diterapkan pada skema sebelumnya.

Saat ini, pemerintah bersama kementerian teknis sedang merumuskan skema final pelaksanaannya.

Skema potongan langsung saat pembelian disebut sebagai opsi utama yang paling realistis.

Baca Juga: Pemerintah Andalkan Satgas UMKM Kawal Program KUR dan Penghapusan Piutang Macet Rp486 Miliar

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMLI), Budi Santosa, menyambut baik keputusan ini.

“Jika insentif diberikan dalam bentuk potongan langsung saat pembelian, ini akan lebih efektif mendorong minat masyarakat. Model seperti ini terbukti berhasil pada periode sebelumnya,” jelasnya.

Program insentif ini juga menjadi respons atas penurunan penjualan motor listrik sejak berakhirnya subsidi di tahun lalu.

Pemerintah menilai keberlanjutan dukungan finansial menjadi krusial agar industri kendaraan listrik tetap berkembang secara konsisten.

Baca Juga: Laba DFI Tembus Rp27 Miliar di Kuartal I 2025, Guardian dan IKEA Jadi Penopang Utama

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB