ekonomi-bisnis

Laba Tesla Anjlok 71% pada Kuartal I 2025, Elon Musk Fokus Kembali ke Perusahaan

Kamis, 24 April 2025 | 00:05 WIB
Laba Tesla anjlok 71% pada kuartal I 2025, namun saham naik setelah rencana produksi mobil listrik terjangkau dan fokus pada efisiensi. (Foto/Tesla)

IFA.id -- Tesla Inc. mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 71% pada kuartal pertama tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan milik Elon Musk itu membukukan laba bersih sebesar USD 409 juta dari total pendapatan USD 19,3 miliar, setelah mengirimkan hampir 337.000 kendaraan listrik pada kuartal pertama 2025.

Namun, kuartal pertama 2025 menjadi periode terburuk dalam hal pengiriman kendaraan bagi Tesla dalam dua tahun terakhir.

Pendapatan Tesla selama periode tersebut sebagian besar ditopang oleh penjualan kredit pajak nol emisi senilai USD 595 juta. Tanpa dukungan tersebut, perusahaan akan membukukan kerugian.

Baca Juga: James Riady Minta Waktu Tambahan untuk Selesaikan Polemik Meikarta

Meskipun laba bersihnya turun, harga saham Tesla mengalami kenaikan dalam perdagangan setelah jam bursa.

Kenaikan itu dipengaruhi oleh rencana perusahaan untuk memulai produksi mobil listrik terjangkau pada Juni serta pernyataan Elon Musk bahwa ia akan mengurangi peran di Departemen Efisiensi Pemerintahan Amerika Serikat agar bisa lebih fokus pada Tesla.

Musk tidak berkomitmen untuk mengakhiri pekerjaannya di Departemen Efisiensi Pemerintahan, menyatakan bahwa dia masih ingin berkontribusi dalam kapasitas tertentu hingga akhir masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.

Tesla memperingatkan para pemegang saham bahwa perang dagang bisa berdampak signifikan terhadap bisnisnya.

Baca Juga: Program MBG Dorong Perputaran Uang di Desa hingga Rp8 Miliar per Tahun

Perusahaan menyampaikan bahwa kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan "perubahan sentimen politik" dapat memiliki "dampak yang berarti pada permintaan produk kami." 

Perusahaan mencatat bahwa kebijakan tarif saat ini akan memiliki "dampak yang relatif lebih besar pada bisnis energi kami dibandingkan dengan otomotif."

Tesla menyatakan bahwa perusahaan sedang mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan bisnis dalam jangka menengah hingga panjang, dan tetap fokus menjaga kesehatan finansial perusahaan.

Namun, Tesla juga mengingatkan investor bahwa belum ada jaminan angka penjualan kendaraannya tumbuh tahun ini.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB