IFA.id -- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah meningkatkan perputaran uang di desa dari sebelumnya sekitar Rp1 miliar menjadi antara Rp6 miliar hingga Rp8 miliar per tahun.
Peningkatan ini terjadi karena Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai pelaksana MBG, menyerap dan membeli komoditas pertanian lokal sebagai bahan baku menu MBG.
Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di desa yang menjadi dapur MBG menyerap berbagai komoditas sayuran dan protein yang diolah menjadi menu dalam MBG.
Baca Juga: Indonesia Tolak Permintaan Beras dari Malaysia, Prioritaskan Ketahanan Pangan Nasional
Baca Juga: Di Beijing, Menlu RI Tegaskan Netralitas Indonesia dalam Perang Dagang Global
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Wakil PM Malaysia, Kawan Lama di masa Muda
Prabowo menambahkan bahwa kebutuhan harian MBG terhadap telur, ayam, ikan, sayur, tomat, wortel, dan timun membuat ekonomi desa dan kecamatan menjadi hidup.
Program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa.
Dengan perputaran uang yang meningkat, diharapkan kesejahteraan masyarakat desa turut meningkat seiring dengan pelaksanaan program MBG.