IFA.id -- Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banyuwangi untuk berperan aktif dalam mendukung perekonomian daerah melalui gerakan sosial “ASN Berbagi”.
Gerakan ini bertujuan untuk membantu warga miskin dengan cara menjadi “orang tua asuh” bagi keluarga yang membutuhkan.
Setiap ASN akan mengasuh sejumlah keluarga miskin yang terdaftar dalam data by name by address.
Baca Juga: Gorontalo Dukung Transformasi Digital dengan Peluncuran SP2D Online Terintegrasi
Setiap pekan, ASN membawa bahan makanan lauk pauk untuk diserahkan kepada warga miskin yang diasuhnya.
Misalnya, minggu pertama membawa telur, minggu kedua membawa daging ayam, dan seterusnya.
Sugirah menekankan bahwa penanganan kemiskinan harus dilakukan secara holistik dan melibatkan banyak pihak, termasuk para ASN.
Dengan melibatkan mereka, diharapkan Banyuwangi dapat menurunkan angka kemiskinan di tahun 2024.
Baca Juga: Pramugari Wings Air Laporkan Anggota DPRD Sumut atas Dugaan Penganiayaan di Pesawat
Dalam program ASN Berbagi, para ASN juga diwajibkan untuk memonitor kondisi keluarga yang diasuh, seperti kondisi kesehatan, pendidikan anak usia sekolah, dan kondisi rumah.
Untuk memudahkan monitoring dan evaluasi, para ASN wajib melaporkan hasil kunjungannya melalui aplikasi Smart Kampung.
Gerakan ini merupakan lanjutan dari gerakan Hari Belanja yang rutin dilakukan oleh ribuan ASN hingga pegawai BUMN/swasta di Banyuwangi sejak tahun 2021.
Dengan melibatkan ASN, diharapkan dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.