ekonomi-bisnis

NHTSA Selidiki Dugaan Cacat Produksi pada 2,2 Juta Kendaraan Honda

Sabtu, 29 Maret 2025 | 21:53 WIB
Pupuk Kaltim fasilitasi 366 pemudik dengan transportasi gratis, menyediakan rute darat serta layanan kesehatan untuk perjalanan aman. (Foto/Honda Indonesia)

IFA.id -- Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) membuka analisis rekayasa terhadap 2,2 juta kendaraan Honda terkait masalah fitur Auto Idle Stop (AIS) yang gagal menyala kembali setelah berhenti total. 

Konsumen melaporkan bahwa kendaraan mereka tidak dapat menyala kembali secara otomatis dan memerlukan jump start untuk berfungsi kembali.

Honda sebelumnya telah mengeluarkan buletin layanan dengan solusi dua tahap, namun NHTSA masih menerima keluhan dari pemilik yang mengalami kegagalan AIS meskipun telah menerapkan perbaikan tersebut. 

Baca Juga: BYD Perkuat Pasar Eropa melalui Kesepakatan Distribusi Suku Cadang di Italia

Penyelidikan ini mencakup beberapa model Honda, termasuk SUV Pilot (tahun produksi 2016 hingga 2025) dan truk pikap Ridgeline (tahun produksi 2020 hingga 2025), serta model lainnya. 

Menurut Kantor Investigasi Cacat NHTSA, telah tercatat 1.384 insiden terkait masalah ini, termasuk empat kecelakaan atau kebakaran dan dua insiden yang menyebabkan cedera. 

Penelitian ini bertujuan menilai potensi cacat keselamatan serta mengumpulkan lebih banyak data terkait kampanye layanan perbaikan yang dilakukan Honda. 

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB