IFA.id -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi mengangkat Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama, menggantikan Royke Tumilaar yang telah menjabat sejak 2020.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 26 Maret 2025.
Putrama Wahju Setyawan merupakan bankir berpengalaman yang telah lama berkarier di BNI.
Sebelum diangkat sebagai Direktur Utama, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak Maret 2024.
Baca Juga: QJMOTOR Perluas Jaringan di Indonesia dengan Membangun 20 Dealer Baru
Selain itu, Putrama pernah menduduki berbagai posisi strategis di BNI, seperti Direktur Bisnis Korporasi dan Direktur Treasury & Internasional pada 2020.
Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) periode 2020–2022 sebelum kembali ke BNI sebagai Direktur Retail Banking pada 2022.
Dalam RUPST yang sama, Alexandra Askandar ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama BNI, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Putrama.
Sebelum bergabung dengan BNI, Alexandra menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Baca Juga: Agus Gumiwang: Investor Manufaktur Tetap Serbu Indonesia Meski IHSG Alami Penurunan
Royke Tumilaar, yang masa jabatannya sebagai Direktur Utama BNI telah berakhir, memberikan pesan kepada jajaran manajemen baru untuk terus memperkuat likuiditas dan meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), terutama dalam mata uang dolar AS, guna mendukung kebutuhan bisnis ke depan.
Dengan susunan manajemen baru ini, BNI diharapkan dapat terus meningkatkan kinerjanya dan menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompleks, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.