IFA.id -- Pada tahun 1948, dua sahabat, Harjo Sutanto dan Johanes Ferdinand Katuari, mendirikan Fa Wings di Surabaya, memproduksi sabun batangan secara rumahan.
Mereka memasarkan produk tersebut secara door-to-door menggunakan sepeda di wilayah Jawa Timur.
Melihat kebutuhan masyarakat akan produk pembersih yang praktis, pada tahun 1971, Wings Group meluncurkan sabun krim merek Ekonomi yang menjadi populer di kalangan menengah ke bawah.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang: Serap 58.145 Tenaga Kerja di Sektor Manufaktur, Logistik, dan Distribusi
Kesuksesan ini mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan memperluas lini produknya.
Pada tahun 1991, Fa Wings berganti nama menjadi Wings Surya dan mulai memproduksi berbagai produk kebutuhan rumah tangga, seperti deterjen, pewangi, dan mie instan.
Mie Sedaap, yang diluncurkan pada tahun 2003, berhasil merebut pangsa pasar hingga 15%, mengurangi dominasi Indomie yang sebelumnya mencapai lebih dari 90%.
Tidak hanya di sektor FMCG, Wings Group juga merambah sektor perbankan dengan mengakuisisi PT Bank Multiarta Sentosa Tbk. (MASB).
Langkah ini menunjukkan diversifikasi bisnis yang strategis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kolaborasi dengan perusahaan besar lainnya, seperti Grup Djarum, semakin memperkuat posisi Wings Group di pasar domestik dan membuka peluang ekspansi ke pasar internasional.
Dengan inovasi dan diversifikasi yang berkelanjutan, Wings Group terus berkembang menjadi salah satu konglomerat terkemuka di Indonesia.