IFA.id -- Industri hiburan dan pemasaran di Indonesia mengalami transformasi signifikan dengan hadirnya Arka Entertainment, penyelenggara drone show terbesar di Tanah Air.
Perusahaan ini merupakan kolaborasi antara PT Aero Inovasi Media (AIM), mahakaX, dan Ubiklan, yang bersama-sama menghadirkan revolusi dalam pemasaran dan hiburan berbasis teknologi drone.
Arka Entertainment memanfaatkan ribuan drone yang bergerak dalam formasi cahaya spektakuler, menciptakan pengalaman visual yang imersif dan belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.
Menurut data Statista (2024), industri drone global diproyeksikan mencapai USD 63,6 miliar pada 2025, dengan segmen periklanan dan hiburan berbasis drone tumbuh pesat.
Baca Juga: J&T Cargo Siapkan Strategi Besar Hadapi Tantangan Bisnis 2025 untuk Dominasi Logistik Nasional
Arka Entertainment berfokus pada solusi pemasaran visual berbasis drone, mulai dari periklanan digital hingga kampanye promosi inovatif.
Djohan Sutanto, Presiden Direktur PT AIM, menegaskan bahwa Arka Entertainment merupakan kolaborasi strategis untuk membawa industri hiburan dan pemasaran ke level baru.
Ia menyatakan, "Kami ingin memastikan positioning Arka Entertainment dalam membentuk industri media digital kreatif berbasis teknologi.
" Sementara itu, CEO mahakaX, Ronny W Sugiadha, menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi mahakaX dalam mendorong inovasi di industri media digital kreatif.
Baca Juga: Yoshinoya: Dari Warung Kecil di Tokyo hingga Ratusan Cabang di Berbagai Negara
"Kami percaya kolaborasi ini tidak hanya menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga memperkuat daya tarik investasi serta membuka ruang kreasi tanpa batas dalam pemasaran digital yang lebih interaktif," jelasnya.
CEO Ubiklan, Glorio Yulianto, menambahkan bahwa drone show akan menjadi pengubah permainan dalam industri kreatif Indonesia.
"Kolaborasi ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menghadirkan atraksi drone show berstandar internasional. Kami yakin inovasi ini dapat membawa kreativitas Indonesia ke panggung global," katanya.
Baca Juga: Perjalanan Li Ka-shing: Dari Buruh Pabrik Menjadi Miliarder Hong Kong dan Filantropis di Indonesia