IFA.id -- Parfum dengan aroma mewah dan tahan lama sering kali dikaitkan dengan merek internasional berharga jutaan rupiah.
Namun, tren parfum dengan wangi manis yang sedang berkembang di Indonesia dan Asia Tenggara mendorong merek lokal untuk menghadirkan produk unggulan mereka.
Menurut CosmeticsDesign-Europe, tren pencarian parfum dengan aroma makanan atau minuman manis meningkat hingga 58,3% pada 2024.
Tren ini dimanfaatkan oleh berbagai brand global seperti Burberry dengan Goddess dan Gucci dengan Flora Gorgeous Orchid, yang keduanya memiliki aroma vanilla.
Baca Juga: BYD Makin Kokoh di Pasar Indonesia, Kisah Wang Chuanfu dari Anak Petani hingga Miliarder
Tak mau kalah, merek parfum lokal Mykonos juga mengambil peluang ini dengan menghadirkan wewangian khasnya.
Mykonos didirikan pada 2020 oleh Koyal Shankar Harjani, lulusan Taylor’s University di bidang Seni Kuliner dan Manajemen Layanan Makanan.
Latar belakangnya di dunia kuliner membuat Mykonos dikenal dengan aroma unik seperti Matcha Latte, Caramel Fudge Cookies, dan Berry Caramel Pancakes.
Mereka juga meluncurkan Pandan Sticky Rice yang terinspirasi dari aroma daun pandan khas Asia. Sebelumnya, Mykonos populer dengan wangi segar seperti bedak bayi sebelum akhirnya merambah ke aroma manis.
Baca Juga: Eko Baskoro Dorong UMKM melalui Inisiatif Local Preneur
Selain inovasi aroma, Mykonos memanfaatkan strategi pemasaran digital, terutama di TikTok, untuk memperluas jangkauan pasarnya.
Mereka bahkan telah berkolaborasi dengan merek parfum Aurel dari Singapura pada Agustus tahun lalu sebagai langkah ekspansi ke pasar Asia Tenggara.
Dengan aroma khas yang menggugah selera dan strategi pemasaran yang kuat, Mykonos terus berkembang sebagai salah satu merek parfum lokal yang siap bersaing di kancah internasional.