ekonomi-bisnis

Lulusan IT Jadi Peternak: Perjalanan Hardi Setia Ramdani Merintis Vigaza Farm

Minggu, 16 Februari 2025 | 21:53 WIB
Hardi Setia Ramdani, Co-Founder Vigaza Farm (foto/Youtube)

IFA.id -- Hardi Setia Ramdani, seorang lulusan IT, memilih jalan yang tak biasa dengan mendirikan peternakan burung puyuh.

Berawal dari hanya 500 ekor, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk kerugian hingga 15 juta rupiah per minggu selama tiga bulan berturut-turut.

Namun, dengan tekad kuat dan keyakinan yang tak tergoyahkan, ia terus berjuang hingga akhirnya Vigaza Farm berkembang pesat.

Baca Juga: Salahudin Al-Ayubi: Panglima Agung yang Menyatukan Keadilan dengan Keberanian

Kini, Vigaza Farm memiliki dua lokasi di Palgading dan Cangkringan dengan populasi puyuh mencapai 18.000 ekor.

Hardi tak hanya fokus pada beternak, tetapi juga melakukan riset mendalam, seperti rekayasa genetika puyuh dan pengembangan bakteri untuk mengurangi bau serta meningkatkan daya tahan ternak.

Dengan inovasi ini, produktivitas telur tetap optimal, sementara lingkungan peternakan menjadi lebih nyaman dan sehat.

Baca Juga: Muhammad Al-Fatih: Pemimpin Visioner di Balik Kejayaan Istanbul

Selain menghasilkan telur dan daging berkualitas tinggi, Vigaza Farm turut berkontribusi dalam mengatasi masalah stunting melalui kandungan protein tinggi pada telur puyuh.

Hardi juga memastikan tidak ada limbah yang terbuang, dengan mengolah kotoran puyuh menjadi pupuk dan pakan alternatif.

Melalui komunitas Vigaza Farm, ia berbagi ilmu dengan calon peternak, memberikan pelatihan, dan mengembangkan platform digital untuk memperluas edukasi.

Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan peternakan burung puyuh sebagai bagian dari ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB