ekonomi-bisnis

Limbah Kayu Cuan: Bisnis Kerajinan yang Tembus 1.000 Orderan Sehari & Ekspor ke 5 Negara

Senin, 10 Februari 2025 | 23:32 WIB
Mohammad Edo Pahlevi Prihandana, Founder KayuKayuku Indonesia (Foto/YouTube)

IFA.id -- Berawal dari kepedulian terhadap limbah kayu yang terbuang, seorang pengusaha muda berhasil mengubahnya menjadi bisnis kerajinan yang berkembang pesat.

Dengan modal awal hanya Rp150 ribu, kini usahanya mampu meraup omzet ratusan juta rupiah dan menembus pasar internasional.

Perjalanan bisnis ini dimulai pada tahun 2021, saat pandemi COVID-19 melanda.

Berada di lingkungan yang terkenal dengan kerajinan kayu, Mohammad Edo Pahlevi Prihandana tertarik untuk mengolah limbah kayu menjadi produk yang lebih bernilai.

Baca Juga: 2.000 Orderan per Bulan! Strategi Jualan WhatsApp yang Bikin Cuan

Tanpa pengalaman sebelumnya, ia mulai bereksperimen dan akhirnya memilih untuk memproduksi peralatan dapur seperti piring, mangkuk, sendok, dan gelas.

Keunikan produknya terletak pada penggunaan material alami tanpa bahan kimia berbahaya, sehingga lebih aman dan ramah lingkungan.

Tantangan pun datang saat bisnis mulai berkembang. Awalnya, ia hanya menerima 20–50 pesanan per hari.

Namun, lonjakan permintaan terjadi saat mengikuti event belanja 12/12, di mana pesanan tiba-tiba melonjak hingga 1.000 order dalam sehari.

Baca Juga: Modal Mahar Pernikahan hingga Raup Omzet Miliaran: Perjalanan Mantan Guru Menjadi Pebisnis Sukses

Hal ini menjadi ujian bagi kapasitas produksi yang masih berbasis pengrajin manual, bukan pabrik massal.

Untuk mengatasi keterbatasan produksi, ia menggandeng lebih banyak pengrajin lokal dan terus melakukan riset pasar.

Saat ini, usahanya telah menghasilkan sekitar 45 varian produk, termasuk yang dibuat sesuai pesanan pelanggan.

Selain itu, ekspansi bisnisnya telah mencapai lima negara, membuktikan bahwa produk berbasis limbah kayu memiliki daya saing global.

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB