IFA.id -- Brand fashion batik asal Surakarta, Jawa Tengah, WOU Batik, semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Di balik kesuksesan ini, terdapat sosok Anton Wibowo, Founder WOU Group, yang memulai usahanya dari nol.
Awalnya, ia hanya seorang reseller pakaian batik couple (sarimbit) yang dipasarkan melalui Facebook.
Dengan sisa modal Rp200 ribu, ia berani berinvestasi dalam iklan untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Respon positif dari pasar membuatnya semakin yakin untuk terus mengembangkan bisnisnya dengan memutar kembali modal dan keuntungan yang diperoleh.
Baca Juga: Sukses di Usia 26 Tahun! Anang Fachrul Rozy Raup 600 Juta Per Bulan dari Bisnis Digital
Dalam perjalanan bisnisnya, Anton mengajak sahabat lamanya, Zulfikri Ridwanul Khaq atau Mas Fikri, untuk bergabung sebagai partner.
Ia percaya bahwa keahlian Fikri dapat membawa dampak besar dalam perkembangan usaha mereka.
Keputusan ini terbukti tepat, karena pada tahun 2019, WOU Batik berhasil menjadi salah satu penjual batik terbesar di Shopee.
Meski menghadapi berbagai tantangan di awal, seperti kesulitan merekrut karyawan dan membangun sistem operasional yang efisien, bisnis ini terus berkembang.
Baca Juga: Cuan Besar dari Live Streaming! Desi Indarti Raup Rp800 Juta Sekali Live
Saat ini, mereka memiliki tim yang terdiri dari 67 orang dengan berbagai posisi strategis, termasuk kepala marketing dan kepala gudang.
Melihat peluang di segmen pasar menengah, pada tahun 2020 Anton dan timnya meluncurkan WOU Batik Premium, yang memberdayakan perajin batik dari Solo dan Sragen.
Dengan fokus pada inovasi dan kualitas, mereka terus membangun merek yang kuat dan terpercaya di industri fashion batik.