IFA.id -- Reza Ramadhan, seorang pemuda dari Jember, dulu harus berjuang keras bertahan hidup dengan uang bantuan pemerintah sebesar Rp600.000 per bulan.
Tanpa dukungan finansial dari orang tua, ia berusaha mandiri sejak kuliah, bahkan mencari beasiswa demi bisa terus belajar.
Di tengah keterbatasan, ia memilih jalan wirausaha dengan menjual makanan, khususnya seblak, yang kini telah berkembang menjadi 25 outlet di berbagai kota.
Perjalanan bisnisnya tidak mudah. Awalnya, pesanan hanya datang tiga hingga empat kali sehari.
Baca Juga: Dari Modal Sejuta Jadi Omzet Ratusan Juta! Kisah Sukses Pengusaha Muda Bangun Bisnis Makanan Ringan
Namun, berkat kerja keras dan strategi pemasaran yang tepat, jumlah orderan melonjak hingga 30-40 porsi per hari.
Kehadirannya di berbagai pameran dan bazar membantu memperkenalkan seblak kepada masyarakat Jember, yang saat itu masih asing dengan makanan khas Bandung ini.
Namun, tak semua orang mendukung langkahnya. Banyak yang meremehkan dan bahkan menghina usahanya, menganggap jualan gorengan dan seblak bukan pekerjaan menjanjikan.
Meski begitu, Reza tak goyah. Ia terus mengembangkan bisnisnya, bahkan berekspansi ke e-commerce setelah pandemi sempat menghantam usahanya.
Baca Juga: Cuan Besar dari Live Streaming! Desi Indarti Raup Rp800 Juta Sekali Live
Dengan strategi yang tepat, ia berhasil bangkit, bahkan membuka dapur pusat dan memperluas distribusi produknya.
Kini, bisnis yang dulu dianggap sebelah mata telah menjelma menjadi jaringan usaha yang sukses.
Ironisnya, beberapa orang yang dulu meremehkan kini justru datang kepadanya, meminta pekerjaan.
Baginya, kesuksesan bukan sekadar soal materi, tetapi juga tentang bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain.