IFA.id -- Kesuksesan di dunia bisnis tak selalu dimulai dengan modal besar. Hal ini dibuktikan Tubagus Syailendra, Ashab Alkahfi, dan Ahmad Syaifulloh Imron, sekelompok anak muda dari generasi Z yang sukses membangun usaha peternakan ayam hingga meraup omzet ratusan miliar rupiah per bulan.
Perjalanan mereka dimulai dengan modal kecil, namun dengan strategi yang tepat, mereka mampu menciptakan ekosistem peternakan modern yang efisien dan menguntungkan.
Saat pertama kali merintis usaha, mereka hanya memiliki modal sebesar Rp3 juta, yang diperoleh dari program kampus.
Jumlah ini dianggap tidak realistis oleh banyak orang, tetapi mereka tetap berkomitmen membuktikan ide bisnisnya.
Baca Juga: Sulit Cari Kerja Setelah Lulus Kuliah, Bobby Kini Sukses Jadi Juragan Properti
Lewat berbagai kompetisi bisnis, mereka berhasil mengumpulkan tambahan dana hingga Rp300 juta dalam bentuk hibah.
Keberhasilan ini semakin memotivasi mereka untuk mengembangkan sistem peternakan yang lebih efisien dan memberikan manfaat bagi para peternak kecil.
Perjalanan mereka tidak selalu mulus. Dari 100 investor yang mereka hubungi, hanya satu yang percaya dan bersedia mendanai proyek ini.
Penolakan demi penolakan tidak membuat mereka menyerah, justru menjadi motivasi untuk terus memperbaiki model bisnis.
Baca Juga: Makanan Halal yang Bisa Dibawa ke Acara Piknik
Dengan pendekatan yang lebih modern, mereka mulai menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi industri peternakan ayam di Indonesia.
Salah satu terobosan utama yang mereka tawarkan adalah penggunaan teknologi dalam sistem peternakan.
Mereka mengembangkan sistem pemantauan real-time yang membantu peternak mengontrol suhu, kelembaban, dan kesehatan ayam secara lebih akurat.
Selain itu, mereka juga menyediakan pakan, bibit unggul, serta akses ke pasar, sehingga peternak tidak hanya mendapatkan hasil yang lebih optimal, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka.