IFA.id -- Briliarta Anugrah Putra, seorang pengusaha asal Tanjungsari, Boyolangu, Tulungagung, telah membuktikan bahwa hobi masa kecil bisa berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan.
Kecintaannya pada layang-layang sejak kecil mendorongnya untuk mendirikan usaha produksi layang-layang dan aksesorisnya, yang kini telah dipasarkan ke berbagai toko.
Awalnya, Briliarta hanya menjual aksesoris layang-layang, seperti dinamo lampu. Namun, seiring waktu, ia memutuskan untuk memperluas usahanya dengan memproduksi layang-layang sendiri.
Baca Juga: Resign Jadi PNS, Beralih Jualan Tahu Bulat Sampai Raup Milyaran!
Berbagai model layang-layang ia kembangkan, termasuk layangan berbentuk ikan, gapangan, celepuk (burung hantu), dan lele.
Keputusan ini tidak hanya membuka peluang bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan harga jual yang terjangkau, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp10.000 per unit, Briliarta menargetkan omset sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta per minggu.
Baca Juga: Bakso Sritikah Malang: Sukses Menembus Pasar Internasional, Krisis Hutang 2 Milyar Lunas!
Ia juga mempertahankan kualitas produksinya dengan menggunakan bambu sebagai bahan utama, memastikan bahwa setiap layang-layang yang dihasilkan kuat dan tahan lama.
Melalui kerja keras dan kreativitasnya, Briliarta terus mengembangkan bisnisnya, membuktikan bahwa kegigihan dalam menekuni hobi dapat membuka jalan menuju kesuksesan.