IFA.id -- PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melaporkan penurunan jumlah pemudik sebesar 12% pada puncak arus mudik Lebaran 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Petugas Posko Idul Fitri 1446 Hijriah, Arafat, menyatakan bahwa pada puncak arus mudik tahun ini, BIM melayani 72 penerbangan dengan total 9.944 penumpang, sementara pada puncak arus mudik Lebaran 2024, terdapat 91 penerbangan dengan 11.000 penumpang.
Mayoritas pemudik yang tiba dan berangkat melalui BIM berasal dari Jakarta dan Kota Batam, mengingat banyaknya perantau Minangkabau yang tersebar di dua kota tersebut.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang saat kedatangan, pengelola bandara telah mengoperasikan terminal domestik baru yang mampu menampung sekitar 35% dari total penerbangan harian.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pemudik, terutama dalam proses pengambilan bagasi.
Terkait tambahan penerbangan atau extra flight, PT Angkasa Pura II mencatat telah menerima pengajuan 65 penerbangan domestik dari berbagai maskapai untuk periode 21 Maret hingga 11 April 2025.
Baca Juga: Kemenperin Dorong Hilirisasi Aspal Buton untuk Kurangi Ketergantungan Impor
Hingga 29 Maret, realisasi extra flight mencapai 31 penerbangan atau 50% dari total pengajuan.
Penurunan jumlah pemudik ini menjadi perhatian bagi pengelola bandara dan pihak terkait untuk terus memantau dan mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas masyarakat selama periode mudik, guna memastikan pelayanan yang optimal di masa mendatang.
Artikel Terkait
OJK: Target Aset Perbankan dalam RPJMN 2025 Sangat Menantang, Ini Strateginya
Harga Emas Antam Stabil di Rp1.806.000 Menjelang Lebaran 2025
Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana Kepresidenan Jakarta
Kemenperin Dorong Hilirisasi Aspal Buton untuk Kurangi Ketergantungan Impor
Restrukturisasi Saham Pupuk Indonesia: Danantara Ambil Bagian, Negara Tetap Kendalikan Saham Seri A Dwiwarna