IFA.id -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan bahwa harga batu bara akan mengalami kontraksi pada tahun 2025.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menjelaskan bahwa meskipun harga diperkirakan menurun, volume produksi batu bara tetap akan meningkat.
Pada tahun 2024, realisasi produksi batu bara mencapai 836 juta ton, dengan 555 juta ton di antaranya diekspor dan sisanya memenuhi kebutuhan domestik.
Untuk tahun 2025, pemerintah menargetkan produksi sebesar 735 juta ton, naik dari target tahun sebelumnya yang sebesar 710 juta ton.
Dadan mencatat bahwa sejak 2019 hingga 2024, harga batu bara menunjukkan tren kenaikan. Namun, pada 2025, diperkirakan akan terjadi sedikit kontraksi harga.
Meskipun demikian, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diharapkan tetap stabil karena PNBP tidak hanya dipengaruhi oleh harga, tetapi juga oleh volume produksi.
Pada tahun 2024, PNBP sektor mineral dan batu bara mencapai Rp140,46 triliun, melebihi target awal tahun sebesar 23%.
Baca Juga: Adrian Zecha: Dari Wartawan Sukabumi hingga Pendiri Jaringan Hotel Mewah di 20 Negara
Dadan menekankan bahwa peningkatan PNBP tidak semata-mata bergantung pada kenaikan harga, tetapi juga didukung oleh peningkatan produksi.
Dengan strategi yang tepat, Kementerian ESDM optimistis dapat mencapai target PNBP sektor mineral dan batu bara 100% pada tahun 2025, meskipun ada prediksi penurunan harga batu bara.
Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara harga dan produksi untuk memastikan kontribusi optimal sektor ini terhadap pendapatan negara.
Artikel Terkait
Pengajar Brand Management Ungkap Rahasia Branding melalui Metode Unik dan Menghibur
Adrian Zecha: Dari Wartawan Sukabumi hingga Pendiri Jaringan Hotel Mewah di 20 Negara
Perjalanan Sukses Soegiarto Adikoesoemo: Dari PT AKR hingga Museum MACAN
Kolaborasi Nippon Paint dan Masyarakat Ekonomi Syariah: Optimalkan Peran Masjid dalam Pemberdayaan Umat
UMKM Berbasis Sawit: Peluang Emas melalui Kolaborasi dan Koperasi