IFA.id -- Michio Suzuki, pendiri Suzuki Motor Corporation, memulai perjalanannya di dunia industri dengan mendirikan Suzuki Loom Manufacturing Company pada tahun 1909, yang awalnya berfokus pada produksi mesin tenun.
Lahir pada 10 Februari 1887 di Shizuoka, Jepang, Suzuki tumbuh di lingkungan petani kapas dan sejak usia 8 tahun membantu orang tuanya.
Setelah belajar menjadi tukang kayu profesional, kesempatan besar datang saat Perang Jepang-Rusia meletus pada tahun 1904, ketika ia berhasil menciptakan mesin tenun pedal inovatif yang mempercepat proses menenun sepuluh kali lipat dibandingkan alat konvensional.
Keberhasilan ini mendorong Suzuki untuk mendirikan perusahaannya sendiri, yang berkembang pesat dan menjadi produsen mesin tenun terbesar di Jepang pada tahun 1922.
Baca Juga: Rupiah Menguat Signifikan Sejak Awal 2025, BI Ungkap Faktor Pendorong
Empat tahun kemudian, Suzuki mulai mengekspor produknya ke India dan Asia Tenggara. Namun, kualitas mesin yang tahan lama menyebabkan permintaan menurun, mendorong Suzuki mencari peluang baru.
Pada tahun 1930-an, Suzuki melihat peluang di industri otomotif Jepang, yang saat itu mengimpor sekitar 20.000 kendaraan per tahun tanpa memenuhi permintaan kendaraan ringan yang terjangkau.
Pada tahun 1938, Suzuki membeli mobil Austin Seven dari Inggris untuk membuat prototipe mobil pertamanya, namun proyek ini terhenti akibat Perang Dunia II dan tidak pernah diproduksi massal.
Baca Juga: Harga Emas Tetap Bullish, Pasar Nantikan Data Ekonomi Terbaru AS
Setelah perang dan menghadapi krisis, Suzuki berinovasi dengan meluncurkan sepeda bermotor kecil seperti Power Free (1952) dan Diamond Free (1953), yang sukses besar dengan produksi mencapai 6.000 unit per bulan.
Kesuksesan ini mengantarkan perubahan nama perusahaan menjadi Suzuki Motor Co., Ltd., menandai langkah besar ke industri otomotif.
Di bawah kepemimpinan Michio Suzuki dan penerusnya, termasuk Osamu Suzuki yang menjadi CEO pada tahun 1978, perusahaan berkembang menjadi pemain global.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bentuk Koperasi Desa Merah Putih untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
Artikel Terkait
Kasus Polisi Tembak Mati Pelajar di Semarang Diserahkan ke Kejaksaan
Pemkot Cirebon Hadirkan Gerakan Pangan Murah Selama Ramadan untuk Stabilkan Harga
Presiden Prabowo Bentuk Koperasi Desa Merah Putih untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
Harga Emas Tetap Bullish, Pasar Nantikan Data Ekonomi Terbaru AS
Rupiah Menguat Signifikan Sejak Awal 2025, BI Ungkap Faktor Pendorong