IFA.id -- Muhammad Dimas Pamungkas tak pernah membayangkan bahwa perjalanan bisnisnya akan membawanya ke titik ini—menghasilkan omzet ratusan juta rupiah di usia muda.
Namun, perjalanannya tak selalu mulus. Ia pernah menghadapi tantangan besar, mulai dari produk yang tak laku hingga usahanya yang nyaris gulung tikar akibat pandemi.
Bisnisnya, Kane, berawal dari usaha sederhana menjual pisang pasir saat ia masih kuliah di Malang pada 2018.
Ia tak memiliki latar belakang bisnis yang kuat, tetapi tekadnya untuk berdagang tumbuh sejak SMA, ketika ia mulai menjual roti sebelum berangkat sekolah.
Baca Juga: Pentingnya Dzikir dan Istighfar Selama Bulan Ramadhan untuk Meraih Keberkahan dan Ampunan Ilahi
Meski sempat merasa malu dan kurang percaya diri, lingkungan sekitarnya membantunya untuk terus maju.
Tak hanya belajar dari pengalaman pribadi, ia juga sering berinteraksi dengan para pedagang di Malang untuk memahami strategi bisnis yang lebih efektif.
Setelah merasa cukup siap, ia membawa usahanya ke Tulungagung dan mulai membangun Kane bersama sang kakak.
Namun, kesuksesan tak datang begitu saja. Ia harus menghadapi kegagalan, mulai dari saldo rekening yang nol hingga kehilangan modal akibat kematian ikan saat mencoba usaha perikanan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Mengunjungi Museum Geologi Bandung: Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket
Pukulan berat datang ketika pandemi Covid-19 melanda. UKM yang ia bangun terpaksa tutup selama lebih dari enam bulan.
Namun, ia tak menyerah. Dengan keyakinan bahwa perdagangan adalah salah satu dari sepuluh pintu rezeki, ia terus berikhtiar, beradaptasi, dan mencari peluang baru untuk mempertahankan usahanya.
Kini, Kane telah berkembang pesat, membuktikan bahwa kegigihan dan mental yang kuat adalah kunci utama dalam membangun bisnis.
Baca Juga: Panduan Lengkap Berkunjung ke Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung
Artikel Terkait
Penggunaan Dana Zakat untuk Pembangunan Masjid: Tinjauan Berbagai Pendapat Ulama
Abdurrahman bin Auf: Sahabat Nabi yang Kaya Raya dan Dermawan
Peluncuran Danantara: Harapan Investasi atau Ancaman Kepercayaan Publik?
Panduan Lengkap Berkunjung ke Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung
Panduan Lengkap Mengunjungi Museum Geologi Bandung: Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket