Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Hijrah dan Perjuangan Keny Handriyanto dalam Membangun Kedai Ramah Djiwa

- Senin, 10 Februari 2025 | 23:42 WIB
Keny Handriyanto dan Mega Oktari, pengelola Kedai Ramah Djiwa (Foto/YouTube)
Keny Handriyanto dan Mega Oktari, pengelola Kedai Ramah Djiwa (Foto/YouTube)

IFA.id -- Keny Handriyanto, pengelola Kedai Ramah Djiwa, mengalami berbagai tantangan sebelum akhirnya sukses mengembangkan bisnisnya bersama sang istri, Mega Oktaria.

Perjalanan mereka penuh lika-liku, berawal dari keputusan besar meninggalkan pekerjaan di bank demi mencari penghidupan yang lebih berkah dan bebas dari riba.

Keny merasakan banyak teguran dalam hidupnya yang membawanya pada proses hijrah.

Dahulu, ia sempat bergelut dalam dunia kelam—memiliki banyak tato, menjadi joki, serta pengguna narkoba.

Baca Juga: Bangkit dari Kebangkrutan: 6 Bulan Berjuang, Kini Punya 5 Perusahaan

Meski hidup berkecukupan, ia merasa rezekinya tidak barokah karena hanya habis untuk melunasi hutang. Perubahan besar pun terjadi ketika ia memilih mendekatkan diri kepada agama.

Ujian demi ujian terus datang, termasuk dalam dunia usaha. Setelah menikah dengan Mega, mereka memulai bisnis kedai kopi dengan peralatan seadanya.

Keny sempat meminjam uang di bank untuk modal usaha, namun bisnisnya justru bangkrut. Dari kegagalan itu, ia bertekad untuk tidak lagi berurusan dengan riba.

Baca Juga: Menyeimbangkan Karier, Bisnis, dan Sosial: Perjalanan Inspiratif Kang Bayu

Segala aset mereka jual demi melunasi hutang, hingga hanya tersisa satu sepeda motor yang bahkan merupakan pinjaman dari sang adik.

Perjalanan cinta mereka pun tidak mudah. Mega sempat menolak Keny hingga tiga kali sebelum akhirnya menerima lamarannya.

Bagi Keny, kehilangan sesuatu karena Allah lebih baik daripada kehilangan Allah karena sesuatu.

Baca Juga: Limbah Kayu Cuan: Bisnis Kerajinan yang Tembus 1.000 Orderan Sehari & Ekspor ke 5 Negara

Dengan keyakinan tersebut, ia dan Mega membangun Kedai Ramah Jiwa secara perlahan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: YouTube Pecah Telur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X