Kamis, 4 Juni 2026

Zakat dan Sedekah dalam Ekonomi Islam

- Kamis, 23 Januari 2025 | 10:47 WIB
Lakukan Sedekah Jalanan, GUSDURian Serang peringati Haul Gus Dur ke 15 (Dok. GUSDURian Serang)
Lakukan Sedekah Jalanan, GUSDURian Serang peringati Haul Gus Dur ke 15 (Dok. GUSDURian Serang)

IFA.id -- Zakat dan sedekah adalah dua instrumen utama dalam ekonomi Islam untuk mendistribusikan kekayaan dan membantu mereka yang membutuhkan.

Zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, sementara sedekah adalah amal sukarela yang bisa diberikan kapan saja.

Zakat berfungsi sebagai cara untuk membersihkan harta dan memastikan bahwa kekayaan tidak hanya terkumpul di tangan segelintir orang.

Baca Juga: Kewirausahaan dan Pengelolaan Bisnis dalam Islam

Salah satu dalil yang mendasari kewajiban zakat adalah:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Tawbah: 103).

Sedekah, meskipun tidak wajib, juga sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk kebaikan dan kepedulian terhadap sesama. Sedekah dapat diberikan dalam berbagai bentuk, tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa berupa bantuan tenaga atau barang.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sedekah itu adalah obat bagi penyakit dan penambah berkah." (HR. Bukhari).

Baca Juga: Mengenal Al-Fadl bin Abbas: Tokoh Cerdas di Balik Peristiwa Penting Islam

Dalam konteks ekonomi, zakat dan sedekah membantu mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan ekonomi yang lebih adil. Orang-orang yang lebih mampu diwajibkan untuk membantu mereka yang kurang beruntung, sehingga tercipta keseimbangan dalam distribusi kekayaan di masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X