IFA.id – Ada satu perkara menarik dalam tradisi pengobatan Islam yang sering terlewat dari perhatian masyarakat modern: daging unta. Dalam sejarah panjang peradaban Muslim, hewan ini bukan sekadar tunggangan atau simbol kekuatan gurun.
Dagingnya, susunya, hingga air kencingnya telah tercatat dalam beberapa riwayat sebagai sarana pengobatan pada masa Rasulullah. Pembahasan tentang unta sering kali terbatas pada ibadah kurban atau haji, padahal ada hikmah besar yang diwariskan dalam sisi pengobatannya.
Dan di tengah meningkatnya minat pada kembali ke bahan alami, kisah tentang unta kembali relevan untuk dipahami dengan lebih dekat.
Sejak masa para sahabat, unta dikenal sebagai hewan yang diberi keistimewaan oleh Allah. Bahkan Al Quran menyebut unta sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan.”
Baca Juga: Mengapa Daging Unta Dianggap Obat Menurut Sunnah?
Ayat tersebut bukan hanya mengajak merenungkan fisiknya, tetapi juga hikmah besar yang ada pada tubuh hewan ini.
Dalam catatan ulama klasik, unta dipandang sebagai hewan yang tubuhnya menyimpan banyak manfaat, terutama bagi masyarakat gurun yang terbiasa hidup dalam kondisi ekstrem.
Ketahanan tubuh unta terhadap cuaca panas, kekurangan air, dan pasir yang keras, dipercaya menghasilkan daging dengan karakteristik khusus yang bermanfaat bagi manusia.
Riwayat tentang unta sebagai obat berasal dari beberapa hadis Nabi, terutama yang menggambarkan keadaan sekelompok orang dari kabilah Urainah. Mereka datang kepada Rasulullah dalam keadaan sakit, pucat, dan tidak segar.
Baca Juga: Mengapa Daging Unta Dianggap Obat Menurut Sunnah?
Atas izin Nabi, mereka diperintahkan untuk meminum air kencing unta dan susunya. Setelah beberapa waktu, tubuh mereka membaik.
Riwayat ini sering menjadi referensi utama dalam pembahasan pengobatan berbasis unta, dan para ulama memahaminya sebagai dalil bahwa unta memiliki potensi besar dalam pengobatan, terutama dalam konteks masyarakat setempat.
Meski penggunaan air kencing unta masih menjadi perdebatan di era modern, manfaat daging unta lebih dapat diterima sebagai konsumsi yang sehat.