tafaquh

Keutamaan Salam Menurut Hadis: Lebih Besar dari yang Dibayangkan

Jumat, 28 November 2025 | 10:04 WIB
Keindahan salam sebagai doa dan simbol kedamaian yang diajarkan Nabi. (Foto/Ilustrasi)

Salam sebagai Doa, Bukan Sekadar Sapaan

Keutamaan salam juga terletak pada hakikatnya sebagai doa. Ketika seseorang mengucap Assalamu’alaikum, ia sedang memohonkan keselamatan dan keberkahan untuk orang lain.

Doa semacam ini, menurut banyak ulama, adalah bentuk kebaikan sosial yang paling mudah dilakukan. Uniknya, orang yang menjawab salam juga akan kembali mendapatkan kebaikan yang sama, bahkan lebih.

Baca Juga: Keajaiban Salam: Makna Mendalam dalam Islam

Sebab balasan salam diperintahkan untuk diberikan dengan yang lebih baik.
Misalnya, “Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh” adalah jawaban yang lebih sempurna dibanding sekadar “Wa’alaikumussalam”.

IFA.id sering menemukan bahwa praktik ini mengajarkan umat untuk memberi lebih dari yang diterima. Sebuah nilai sederhana tetapi kuat: balaslah kebaikan dengan kebaikan yang lebih besar. Nilai ini melebur dalam setiap percakapan yang diawali salam.

Mengapa Salam Dikatakan Meninggikan Derajat Spiritual?

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah menjelaskan tingkatan salam:
“Orang yang memulai salam lebih dahulu adalah yang lebih dekat kepada Allah.”

Pesan ini menggambarkan bahwa menjadi pihak pertama yang menyebarkan salam adalah tanda kerendahan hati dan keberanian sosial.

Baca Juga: Ucapan Terima Kasih Jadi Bentuk Syukur, Begini Pandangan Islam

Tidak jarang seseorang enggan menyapa karena gengsi, merasa lebih tinggi, atau takut tidak dibalas. Namun Nabi justru mendorong umat agar mengambil langkah pertama.

IFA.id menilai nilai spiritual ini menyentuh aspek psikologis manusia yang paling mendasar: keberanian untuk menjadi pihak yang memulai kebaikan.

Tidak berhenti di situ, ada hadis lain yang mengaitkan salam dengan pintu-pintu pahala. Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa memberi salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal merupakan bagian dari sunnah yang menghidupkan rasa persaudaraan.

Ketika salam menjadi amalan rutin, seseorang sedang menyirami hatinya agar subur dengan rasa persaudaraan. Efeknya sangat manusiawi. Masyarakat yang saling mengucap salam akan lebih sulit terpecah. Ada kedekatan emosional yang dibangun dari kata-kata sederhana itu.

Baca Juga: Budaya Terima Kasih Mulai Luntur, Kiai Ingatkan Pesan Rasul

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB