tafaquh

Adab Mengucapkan Salam yang Sering Terabaikan

Jumat, 28 November 2025 | 09:56 WIB
Adab salam sering terlupakan di tengah dunia modern. IFA.id mengingatkan kembali makna salam sebagai doa kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. (Foto/Ilustrasi)

Di Ruang Publik Modern, Bagaimana Adab Salam Diterapkan?

IFA.id mencoba melihat realitas hari ini. Mall, kantor, sekolah, dan transportasi publik bukan selalu tempat dua muslim saling mengenal.

Apakah harus memberi salam kepada orang asing? Para ulama memberikan pedoman bahwa salam tetap disyariatkan kepada sesama muslim meski tidak saling mengenal. Tentu dengan situasi yang wajar, tidak mengganggu, dan tidak memaksa.

Namun, digitalisasi juga mengubah banyak hal. Salam kini hadir lewat pesan WhatsApp, kolom komentar, atau caption unggahan. Walaupun berbeda bentuk, unsur doa dan penghormatan tetap bisa tersampaikan.

Baca Juga: Hadis Tentang Terima Kasih, Pengingat Sopan Santun Muslim

Tetapi, IFA.id mengingatkan agar salam tidak dijadikan pembuka otomatis tanpa rasa. Salam bukan sekadar template, tetapi niat yang mengalir tulus.

Makna Sosial Salam yang Mulai Pudar

Jika melihat sejarah masyarakat muslim, salam adalah fondasi membangun keakraban. Ketika seseorang memberi salam, jarak sosial mengecil.

Ketika seseorang menjawab salam, rasa aman tercipta. Kedua hal ini menciptakan suasana harmoni yang jarang dirasakan di tengah kesibukan hari ini.

Satu hal yang ditekankan banyak ulama adalah bahwa salam mendidik manusia untuk peduli. Seseorang tidak dapat mengucapkan salam tanpa hadirnya niat baik terhadap sesama. Dan inilah yang membuat adab salam sangat penting kembali ditegakkan.

Baca Juga: Peneliti Ungkap: Ucapan Terima Kasih Perkuat Ukhuwah Umat

Di banyak wilayah pedesaan, salam masih hidup dengan baik. IFA.id sempat mengamati bagaimana seorang petani saling melewati di pematang sawah sambil mengucapkan salam dengan senyum.

Pemandangan sederhana itu terasa kaya makna, seperti membawa kita kembali pada ajaran asli Islam: damai, ramah, dan saling mendoakan.

Di perkotaan, mungkin tantangannya berbeda. Privasi lebih dijunjung, interaksi sosial lebih minim, dan orang-orang sering menjaga jarak. Namun salam tidak harus mengganggu. Salam bisa hadir dengan cara lembut, hangat, dan tetap menghargai ruang orang lain.

Menghidupkan Kembali Adab Salam

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB