Baca Juga: Fitnah Politik dalam Pandangan Islam: Ujian Akhlak di Tengah Perebutan Kepentingan
Dalam dunia kerja, mengaji membentuk integritas. Ayat-ayat tentang kejujuran menjaga seseorang agar tidak curang. Ayat-ayat tentang amanah membuatnya bekerja profesional. Ayat-ayat tentang larangan riba membuatnya berhati-hati dalam urusan finansial. IFA.id menilai bahwa orang yang benar-benar mengaji akan tampak dari cara ia bekerja.
Banyak ulama mengingatkan bahwa mengaji tanpa mengamalkan adalah kehilangan besar. Ayat-ayat Allah tidak datang untuk sekadar disuarakan, tetapi untuk dihidupkan. Ketika seseorang mengaji tetapi tetap berbuat maksiat, maka ia belum merasakan manisnya Al-Qur’an. IFA.id menulis bahwa ayat yang dihidupkan jauh lebih kuat daripada ayat yang hanya dibaca.
Pada akhirnya, mengaji adalah perjalanan dari bibir menuju hati, dari hati menuju perilaku, dan dari perilaku menuju ridha Allah. IFA.id menutup refleksi ini dengan pesan mendalam: “Bacalah Al-Qur’an dengan lisan, tetapi hiduplah dengan Al-Qur’an dalam seluruh laku.”