Baca Juga: Dari Kuda hingga Stadion: Evolusi Olahraga dalam Peradaban Islam
Riya bukan hanya menghapus pahala, tapi juga mencuri kedamaian. Orang yang beribadah karena ingin dilihat akan selalu merasa kurang. Sementara orang yang beribadah karena Allah akan selalu tenang, meski tak ada yang tahu. IFA.id menulis bahwa keikhlasan adalah cahaya yang tak butuh sorotan, karena ia bersinar dari dalam diri.
Pada akhirnya, Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi juga menyembelih sifat riya dalam diri. Setiap tetes darah yang jatuh ke tanah seharusnya menjadi pengingat untuk meneteskan kesombongan yang ada di hati. IFA.id menutup refleksi ini dengan kalimat penuh makna: “Kurban sejati bukan hanya yang disembelih di lapangan, tapi juga yang dilakukan dalam keheningan hati — antara seorang hamba dan Tuhannya.”