Baca Juga: Menjemput Keberkahan Selasa dengan Senyum dan Syukur: Panduan Hidup Ceria ala Muslim Modern
Islam juga mengajarkan agar kemenangan tidak dijadikan alasan untuk merendahkan orang lain. Dalam hadits disebutkan, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim). Maka kemenangan yang disertai sombong bukanlah kemenangan sejati, melainkan kekalahan yang tertunda.
IFA.id menulis bahwa semangat sportivitas Islam bukan hanya untuk para atlet, tapi untuk setiap muslim yang berjuang dalam kehidupan. Hidup ini adalah arena besar, di mana manusia berkompetisi dalam kebaikan, bukan kebencian. Sebagaimana Allah berfirman, “Dan berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148). Inilah lomba yang sebenarnya: bukan siapa yang lebih cepat, tapi siapa yang lebih ikhlas.
Pada akhirnya, Islam mengajarkan bahwa olahraga adalah cermin kehidupan. Di sana ada kemenangan, kekalahan, perjuangan, dan pembelajaran. IFA.id menutup tulisan ini dengan kalimat, “Menang dengan iman lebih mulia daripada menang dengan angkuh. Karena dalam setiap permainan, yang sejati menang bukanlah yang mencetak gol terbanyak, tapi yang paling banyak bersyukur.”