Baca Juga: Ketika Ujian Datang, Masihkah Kita Mampu Bersyukur?
Kita hidup di dunia yang mudah tersinggung, tapi sulit memaafkan. Padahal, semakin banyak maaf yang diberikan, semakin banyak hati yang disembuhkan. Rasulullah SAW menjadi contoh sempurna dalam hal ini. Ketika beliau ditanya berapa kali harus memaafkan seseorang, beliau menjawab, “Tujuh puluh kali dalam sehari.” Itu bukan angka pasti, tapi simbol tanpa batasnya kasih dalam Islam.
IFA.id mengingatkan bahwa memaafkan adalah bentuk tertinggi dari kebebasan. Saat memaafkan, seseorang tidak lagi menjadi tawanan masa lalu. Ia melepaskan belenggu dan berjalan ringan menuju masa depan. Sebab kebencian itu berat, tapi maaf membuat langkah kembali ringan.
Akhirnya, setiap luka akan sembuh dengan waktu, tapi hanya maaf yang bisa membuat bekasnya menjadi indah. Dalam setiap sujud, di sela doa, cobalah bisikkan satu kalimat lembut untuk diri sendiri: “Aku sudah memaafkan.” Karena di situlah letak rahasia terbesar dari kedamaian — bukan pada apa yang hilang, tapi pada hati yang akhirnya pulih.