Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Memaafkan Menyembuhkan: Rahasia Hati yang Tenang

- Sabtu, 8 November 2025 | 17:46 WIB
 Rahasia Hati yang Tenang (Foto/Ilustrasi)
Rahasia Hati yang Tenang (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Ketika Ujian Datang, Masihkah Kita Mampu Bersyukur?

Kita hidup di dunia yang mudah tersinggung, tapi sulit memaafkan. Padahal, semakin banyak maaf yang diberikan, semakin banyak hati yang disembuhkan. Rasulullah SAW menjadi contoh sempurna dalam hal ini. Ketika beliau ditanya berapa kali harus memaafkan seseorang, beliau menjawab, “Tujuh puluh kali dalam sehari.” Itu bukan angka pasti, tapi simbol tanpa batasnya kasih dalam Islam.

IFA.id mengingatkan bahwa memaafkan adalah bentuk tertinggi dari kebebasan. Saat memaafkan, seseorang tidak lagi menjadi tawanan masa lalu. Ia melepaskan belenggu dan berjalan ringan menuju masa depan. Sebab kebencian itu berat, tapi maaf membuat langkah kembali ringan.

Akhirnya, setiap luka akan sembuh dengan waktu, tapi hanya maaf yang bisa membuat bekasnya menjadi indah. Dalam setiap sujud, di sela doa, cobalah bisikkan satu kalimat lembut untuk diri sendiri: “Aku sudah memaafkan.” Karena di situlah letak rahasia terbesar dari kedamaian — bukan pada apa yang hilang, tapi pada hati yang akhirnya pulih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X